Kementan RI Pastikan Bantuan Alsintan untuk Boltara, Dinas Pertanian Masih Tunggu Realisasi

Kepala Dinas Pertanian Bolaang Mongondow Utara Syarifuddin.

Kabar baik bagi petani di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dipastikan telah menyetujui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk daerah tersebut. Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten Boltara masih menunggu kepastian waktu penyaluran bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

BOLTARA – Harapan petani di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) untuk mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat semakin terbuka. Pasalnya, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) telah mendisposisikan bantuan alsintan untuk Boltara dan memastikan program tersebut akan direalisasikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boltara, Syarifuddin, mengatakan pihaknya telah memperoleh kepastian tersebut setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah Direktur Jenderal (Dirjen) Kementan RI pada kegiatan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan yang berlangsung di Gorontalo.

“Untuk bantuan alsintan sudah didisposisi oleh Kementerian Pertanian RI. Bantuan tersebut sudah dipastikan ada, hanya saja belum diketahui kapan akan direalisasikan,” ujar Syarifuddin saat ditemui media ini, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut para pejabat Kementan RI menyatakan dukungan terhadap kebutuhan alsintan di Boltara. Meski demikian, jumlah bantuan yang akan diberikan belum disampaikan secara rinci.

“Kemarin kami sudah bertemu dengan para Dirjen Kementan RI di acara Penas Gorontalo. Mereka semua setuju, hanya saja jumlah alsintan yang akan diberikan belum disebutkan,” jelasnya.

Adapun jenis bantuan yang diusulkan meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, hingga combine harvester yang sangat dibutuhkan petani untuk mendukung percepatan pengolahan lahan dan panen.

“Saat ini kami masih menunggu realisasi bantuan tersebut,” tambahnya.

Selain alsintan, Dinas Pertanian Boltara juga mendapat alokasi bantuan benih jagung varietas BISI 18 untuk lahan seluas 400 hektare. Bantuan tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman menuju Boltara.

“Sementara untuk benih jagung, kami mendapat jatah BISI 18 untuk 400 hektare dan saat ini benihnya sedang dalam perjalanan menuju Boltara,” ungkap Syarifuddin.

Kabar baik lainnya datang dari program pengembangan perkebunan kelapa dalam. Menurut Syarifuddin, Kementan RI memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengusulkan kebutuhan bibit tanpa pembatasan jumlah.

“Untuk benih kelapa dalam tidak ada batasan. Kami diminta mengusulkan sesuai kebutuhan daerah,” katanya.

Dinas Pertanian berharap berbagai bantuan tersebut dapat segera terealisasi guna memperkuat sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Boltara.(rp)

Check Also

10 Sekolah di Kotamobagu Dapat Bantuan DAK Tahun 2024

LIPUTANBMR.COM,KOTAMOBAGU –Sebanyak 10 sekolah di Kota Kotamobagu terima dana rehabilitasi fisik sebesar 9 miliar yang …