BOLTARA – Duka menyelimuti jajaran Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Utara Polres Boltara. Seorang personel Tim Unit Reaksi Cepat URC, Briptu EM, gugur saat menjalankan tugas pengamanan setelah merespons laporan keributan yang melibatkan sejumlah warga bersenjata tajam di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Minggu 28/6/2026.
Insiden tragis yang terjadi saat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat itu kini menjadi perhatian serius Polda Sulawesi Utara. Selain menyampaikan belasungkawa mendalam, institusi kepolisian memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
Kapolres Boltara AKBP Juleigtin Siahaan menjelaskan, kejadian bermula ketika Tim URC Polres Boltara menerima laporan masyarakat terkait dugaan keributan yang melibatkan sejumlah orang yang membawa senjata tajam.
“Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tiga personel URC yang dipimpin Bripol RT bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” ujar Siahaan saat konferensi pers di Media Center Polres Boltara, Senin 29/6/2026.
Setibanya di lokasi, petugas berupaya mengamankan para terduga pelaku. Namun situasi berkembang cepat ketika salah seorang terduga pelaku diduga hendak menyerang Briptu EM menggunakan senjata tajam.
Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat dan penuh tekanan, Bripol RT mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke arah pelaku. Namun tembakan tersebut meleset dan mengenai Briptu EM hingga mengalami luka tembak serius.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bolaang Mongondow Utara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Namun dalam perjalanan, kondisi Briptu EM terus menurun sehingga tim medis memutuskan melakukan penanganan darurat di RSUD Datoe Binangkang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
“Korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.15 Wita,” jelas Kapolres.
Pasca kejadian, Polda Sulut langsung menurunkan tim pengawas internal dari Bidang Propam bersama Satreskrim Polres Boltara guna melakukan penyelidikan menyeluruh.
Seluruh personel yang berada di lokasi kejadian turut dimintai keterangan untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif, profesional, dan transparan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih memburu dua terduga pelaku yang melarikan diri setelah kejadian. Dari tiga orang yang diduga terlibat dalam keributan tersebut, satu orang telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Polda Sulut dan Polres Boltara juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Briptu EM yang meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.
“Atas nama Polres Boltara beserta seluruh jajaran, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Kami bersama Polda Sulut berkomitmen menangani kejadian ini secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, upaya pengejaran terhadap dua terduga pelaku yang melarikan diri terus dilakukan hingga berhasil diamankan,” tegas Siahaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi aparat kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat. Di sisi lain, publik kini menantikan hasil penyelidikan yang tengah berlangsung guna memastikan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara terang dan akuntabel.(rp)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
