LiputanBMR.com, Kotamobagu – Pengelolaan berbagai jenis tanaman tanpa bahan kimia, rupanya menjadi salah satu program prioritas Pemkot Kotamobagu. Hal terlihat, adanya pelatihan bagi Petani Organik jenis tanaman kopi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertanak), Muljadi Surotenojo, melalui Kabid Tanaman Pangan, Hoktikultura dan Perkebunan, Ramjan Mokoginta, kegiatan ini gunanya untuk mendorong petani organik di wilayah Kotamobagu. “Jadi ada 2 kelompok petani Kopi yang ditunjuk yaitu, di Desa Bilalang satu dan Bilalang dua Kecamatan Kotamobagu Utara. Mereka dilatih untuk tidak menggunakan bahan atau pupuk kimia pada tanaman,” ucap Ramjan, Selasa (31/07/2018).
Tujuan dari pelatihan itu katanya, agar kedepan pertumbuhan tanaman dilakukan secara alami, bukan lagi menggunakan pupuk kimia. “Petani sekarang kebanyakan sudah kecanduan menggunakan pestisida atau pupuk kimi pada tanamannya, padahal itu tidak dapat memberikan kualitas yang bagus, sehingga pertumbuhan secara alami yang kami harapkan,” ungkapnya.
Dia menambakan, terkait para petani yang ikut pelatihan, nantinya juga mendapatkan sertifikat. Akan tetapi salah satu syarat, dimana tanaman kopi pada lahan itu benar-benar tidak menggunakan baha kimia dalam perawatannya. “Mislakan, dibawah tanaman atau pohon kopi tidak disemprot bahan kimia, kemudian tidak ada pembakaran kayu. Nah, ketika mereka sudah mendapatkan sertifikat, maka kopi itu bisa saja di expor di luar negeri, karena sudah diizinkan dan tidak menggunakan atau bebas dari bahan kimia,” jelasnya menandaskan. (gil)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
