BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, Siklon Tropis JANGMI Berpotensi Tingkatkan Curah Hujan di Sulawesi Utara

Sulawesi Utara, LiputanBMR.com,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara pada periode 28 hingga 29 Mei 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, kondisi dinamika atmosfer saat ini menunjukkan adanya beberapa fenomena cuaca yang aktif, di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Sulawesi Utara. Kondisi tersebut turut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat sehingga meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan.

Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis JANGMI yang terpantau di wilayah Samudera Pasifik bagian timur Filipina turut memengaruhi kondisi cuaca di Sulawesi Utara. Fenomena tersebut menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin yang menjadi lokasi berkumpulnya massa udara dan uap air, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan yang umumnya berkembang pada sore hingga malam hari.

BMKG memperkirakan kombinasi berbagai faktor atmosfer tersebut dapat memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah daerah di Sulawesi Utara.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah di seluruh wilayah Sulawesi Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi terkait.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana, daerah aliran sungai, serta wilayah dengan topografi perbukitan, lereng curam, dan tebing yang rentan terhadap longsor.

Melalui peningkatan kewaspadaan dan langkah-langkah antisipatif yang tepat, diharapkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan demi keselamatan dan keamanan masyarakat.

(cony)*

Check Also

Pemkot Kotamobagu Tingkatkan Infrastruktur, Jalan 1945 Motoboi Kecil Mulai Diperbaiki

Kotamobagu, LiputanBMR.com,– Pemerintah Kota Kotamobagu terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur demi menunjang mobilitas dan kenyamanan …