Jualan Sapu, Bapak Ini Raup Untung 1 Juta Tiap Pekan

 

LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Ternyata Sapu ijuk dan Sapu Lidi adalah merupakan bagian dari kebutuhan rumah tangga yang tak pernah punah. Sebab, dua jenis sapu tersebut meski teknologi sudah canggih dan jaman sudah berubah, namun masih tetap dibutuhkan banyak konsumen. Nah, kelebihanya tersendiri bisa membawa rejeki bagi pedagang yang menjualnya untuk meraup keuntungan yang menjanjikan.

Salah satunya, Bisman Mokodompit, warga kelurahan Gogagoman, yang sudah 35 tahun sebagai pedagang sapu ijuk dan sapu lidi.

“Ini sapu ijuk dari Desa Sia’, setiap hari pembuat sapu ijuk dari Desa itu datang memasukkan hasil produksinya ini, dalam satu ikat ada 50 sapu yang siap pakai, biasanya saya ambil dua ikat. Sedangkan sapu lidi diproduksi oleh orang Gorontalo yang tinggal di Kotamobagu, saya pun mengambil dengan jumlah yang sama dengan sapu ijuk untuk dijual. Sapu ini termasuk pembawa rejeki bagi saya, karena keutungan yang saya dapat mencapai Rp 1 Juta setiap pekan, dua pekan hingga per bulan, sering tidak menentu tetapi keuntungannya lumayan,” ujar Bisman, kepada LiputanBMR.com, minggu (23/06/2019).

Bisman pun menyebutkan, mengapa keutungan jual sapu tetap laris, sebab barang tersebut merupakan kebutuhan semua orang sehingga dikatakan usaha ini tak pernah mati.

“Harganya murah, tetapi kualitas bukan murahan ya, kalau sapu lidi saya jual Rp 15 ribu per buah, sapu ijuk Rp 10 ribu per buah,” ujarnya.

Bisman mengaku, terkadang ia mengambil sapu dengan jumlah yang banyak sebagai stok untuk dijual, namun tak heran tetap cepat habis terjual, karena barang tersebut masih diperlukan untuk digunakan kebutuhan rumah dan diperlukan para petugas kebersihan jalan raya, sekolahan serta kantoran, ujarnya. (FL)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*