Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan, Pjs Walikota Rapat Bersama SKPD

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Pemerintah kota Kotamobagu gelar rapat, dalam rangka menjaga ketersedian sembilan bahan pokok, stok BBM, stok LPG dalam rangka menjaga stabilitas harga menjelang dan selama bulan suci ramadhan 1439 Hijriah. Tepatnya, di ruang kerja walikota kotamobagu. Jumat (04/05/2018).

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Kotamobagu, Muhammad Mokoginta menjelaskan, menghadapi bulan puasa sampai pada lebaran nanti, stok ketersedian diawasi.

“Rapat ini mengahadapi puasa dan Idhul Fitri untuk ketersediaan bahan pokok, jangan sampai bahan pokok kita ini melonjak naik. Jangan sampai melonjak naik dan mengakibatkan inflasi,” kata Pjs.

Dalam rapat, apabila ada gejolak kenaikan harga akan dilakukan operasi pasar.

“Tapi saya meminta mereka walaupun tidak ada gejolak akan ada kenaikan harga, rutinitas harus menstabilkan operasi pasar murah, dan pertanian bahan-bahan cukup,” ungkapnya.

Dirinya hanya menghawatirkan kenaikan harga cabai. Akan tetapi Kotamobagu tidak mempunyai stok.

“Biasa yang menyumbang inflasi terbesar cabe. Tapi Kotamobagu tidak mempunyai stok, dan yang menanam cabe hanya sedikit, jadi saya terus mengawasi kenaikan harga tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Sub Divre Logistik (Bulog) Petrus Batseran Kotamobagu menambahkan, pihaknya bakal menjamin ketersediaan Bapok di Kotamobagu menjelang Puasa dan Lebaran.

“Memang benar untuk Beras kami telah menyediakan stok untuk enam bulan kedepan, namun ketika ada gejolak kenaikan harga maka kami lakuakan operasi pasar bersama dengan seluruh instansi terkait,” katanya

Sementara itu pihak polres Bolmong, Kasat Intel Sirmoro mengatakan, akan terus mengawasi stabilitas, menjelang hari besar.

“Kami dan instansi terkait akan terus menyelidiki. Apabila sampai ada pelanggaran penimbunan bahan pokok, akan dikenakan sangsi pidana, dan kami tidak main-main,” tegasnya.

(**/TN)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*