LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Musim kemarau rupanya bukan saja hanya membawa rejeki para petani cengkih, tetapi juga menjadi keuntungan bagi pedagang buah. Sebab, menjual buah di musim ini dapat meningkatkan omzet dari hasil penjualan.
Salah satunya Hasnawati, warga Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, yang menggeluti usahanya selama sepuluh (10 ) tahun, berlokasi di Pasar 23 Maret Kelurahan Gogagoman, Kecamatan yang sama.
Sebelumnya omzet dari hasil penjualan hanya mencapai 1 Juta Rupiah perhari. Kini dua kali lipat naik menjadi 2 Juta Rupiah perhari.
“Iya sekarang jadi 2 juta, ini karena musim kemarau panjang sehingga ramai pembeli,” tutur Hasnawati kepada awak media ini, Senin (26/08/2019) sore hari.
Masih kata Hasnawati mengaku, buah-buahan yang diperolehnya dipasok dari Kota Palu dan Manado.
“Namun ada sebagian diambil dari petani lokal daerah ini. Ada macam-macam jenis buah yang dijual ini, antara lain Apel, Sankis, Pier, Naga, Rambutan, Manggis, Mangga, Semangka, Anggur, Jeruk dan Alfukat,” terangnya.
Ia menambahkan, kalau yang paling mahal adalah buah Apel dan Semangka, apel 50 ribu rupiah perkilo dan 8 ribu rupiah untuk semangka,” imbunya.
(Febri)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
