Buka Sosialisasi TPPO, Walikota Kotamobagu Sampaikan Ini

LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bertempat di Rumah Dinas (Rudis) Walikota Kotamobagu, senin (08/07/2019) siang tadi.

Walikota, Ir Hj Tatong Bara, dalam sambutannya menyampaikan, dirinya berharap dapat menyatukan persepsi untuk melindungi perempuan sesuai dengan tema dimaksud.

“Sesuai tema, berarti kita cegah dan tangani bersama-sama jika terjadi tindak perdagangan orang, terutama kaum perempuan, mari kita satukan pandangan untuk melindungi perempuan dan anak,” ujar Tatong.

Lanjut Tatong, pencegahan dimulai dengan memperhatikan lingkungan, mengenali karakter lingkungan, dengan begitu dapat mengatasi tanda-tanda tindak kekerasan terhadap lingkungan sekitar, diantaranya perdagangan orang dan kekerasan pada anak, ujarnya.

Sementara, Deputi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof.Dr. Vannetia R Danes, M.S.Ph.D, menyampaikan, organisasi ini merupakan penegakan hukum yang akan digunakan bagi pelaku sekaligus perlindungan bagi korban.

“Nah, alasan dipilihnya Kota Kotamobagu sebagai lokasi tempat kegiatan sosialisasi ini karena Kota ini letaknya sangat strategis, kemudian di Provinsi lain berbatasan dengan Kota ini,” ujarnya.

Kata dia lagi, di Kotamobagu pertumbuhan ekonominya sebesar 6,63 persen, artinya cukup fantastis, pertumbuhannya masih diatas pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,02 persen.

Itulah sebabnya Kementrian P3A memilih tempat sosialisasi diselenggarakan di Kotamobagu.

Masih kata Vannetia, lebih jelas lagi perlu disampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk memberantas TPPO, ” kita juga sedang melakukan upaya langkah mencegah faktor penyebab terjadinya TPPO yang kompleks, juga upaya penanganan korban, antara lain melayani kebutuhan korban dan penegakan hukum bagi pelaku,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, juga dihadiri Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Kurniawan, SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulawesi Utara, diikuti 500 peserta perwakilan dari Kabupaten/Kota se Boalaang mongondow raya, yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Sangadi dan Lurah. (Febri)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*