Apresiasi Bupati Boltim, Mentri Desa PDTT Harapkan Daerah Lain Mengikuti Langkah Percepatan BLT Desa

LiputanBMR.com, Jakarta – Tampil lewat video daring di salah satu program TV One yakni Indonesia Lawyers Club (ILC) Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH mendapat tanggapan positif dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Abdul Halim Iskandar selaku narusumber dalam acara tersebut pada Selasa (12/09) Pukul 21.00 Wita.

Hal ini diungkapkan Abdul Halim Iskandar saat permintaan tanggapan dari Presiden ILC, Karni Ilyas, disuasana acara yang sementara berlangsung.

“Pertama saya terimakasih sekali pada Bupati Boltim yang awal saya mendapat laporan, Pak Menteri ini ada Bupati menghujat Menteri?! Ah, nda penting saha hujatanya apa, materinya apa? materinya katanya aturan Kemendes itu saling tumpang tindih kemudian antar menteri juga bertentangan,” ungkapnya.

Sedikit penjelasanya beberapa poin terkait regulasi bahwa Kementerian mempunyai sistem regulasi berbasis komputer, untuk melakukan pengecekan setiap regulasi bersanding dengan regulasi Kementerian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan.

“Pertama ceking internal, bagaimana di internal itu ada pertentangan pasal dan ayat gak?! langsung saya cek sendiri semua simultan disandingkan dengan regulas Kemendagri dan Kemenkeu semua simultan. Gak saya fikir, gak saya cari siapa yang berkomentar? tapi Alhamdulillah, hari ini saya tau ternyata Pak Bupati Boltim cukup cakep juga. Tapi sayangnya kok Pak Bupati Lumajang panggilnya Eyang padahal lebih cocok panggilnya Abah,” sebut Halim Abdul Halim menjelaskan.

Ia sendiri berpostif tanggapan mengenai bentuk kritikan tersebut, karna semangatnya Bupati Boltim untuk membela dan memikarkan rakyat. Serta ia mengharapkan semua untuk berfikir membela rakyat.

“Mungkin saking semangatnyalah untuk membela rakyat dan memikirkan rakyat dan InsyaAllah semua kita pada hari ini tidak ada satu pun yang tidak berfikir untuk membela rakyat,” harapnya.

Lanjut, Ia berpendapat bahwa Bupati Boltim memberikan satu evaluasi dengan satu aturan terkait dengan proses penyaluran bantuan kepada penerima ganda.

“Yang kedua, mungkin tadi Bapak Bupati juga memberikan satu evaluasi misalnya yang terkait dengan satu aturan. Kalau sudah menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa maka tidak boleh menerima yang lain? Ya itu normatif dan memang sudah begitu, tinggal di balik saja, kalau belum menerima BLT berarti boleh. Tadi Pak Bupati bilang, awal ramadhan BLT belum cair, sebenarnya boleh kasih sembako kasih anu, karna apa? belum menerima BLT Desa,” jelas Abdul Hamim.

Tambahnya, pokok pemasahlahan ini berkaitan dejgan semangat yang tinggi seorang Bupati Boltim. Sehigga ia memberikan apresiasi dan berterimikasih serta Bupati yang lain diharapkanya dapat mengikuti Bupati Boltim dalam percepatan penyaluran BLT.

“Permasalahanya, cuman karna semangat yang tinggi mungkin yah, itulah yang saya mengapresiasi dan alhamdulillah sudah cair BLT Desa, berapa hari saya pantau, tiap hari saya mantau, terimakasih Bapak Bupati Boltim dan saya berharap Bupati yang lain dapat mengikuti Bupati Boltim, percepatan penyaluran BLT Desa,” tutupnya.

Sebelummya, Bupati Boltim Sehan Landjar, SH pada opening acara berlangsung, menyampaikan beberapa poin yang menjadi kendala mengenai kritikanya. (Ryan)

Simak kelangsungan Videonya dibawah ini #ILCSengkarutPusatDaerah

 

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*