KNPI Jayawijaya Soroti Selebaran “Darurat Kemanusiaan” di Wamena

WAMENA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, angkat bicara terkait beredarnya selebaran yang menyebut Papua dalam kondisi darurat militer dan kemanusiaan di wilayah Wamena.

Menurut Hengky, penyebaran selebaran tersebut merupakan bentuk ekspresi aspirasi yang mencerminkan adanya keresahan di tengah masyarakat. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap penyampaian pendapat tetap dilakukan secara bertanggung jawab serta tidak memicu kesalahpahaman atau ketegangan di tengah publik.

“Sebagai pemuda, kita harus mampu melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi harus melalui jalur yang tepat dan tidak memperkeruh situasi,” ujar Hengky saat dimintai keterangan.

Ia menilai, berbagai kritik yang disampaikan dalam selebaran tersebut menjadi sinyal bahwa masih ada persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait pendekatan pembangunan dan aspek kemanusiaan di Papua.

Hengky juga menekankan bahwa pembangunan di Papua tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan guna mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan.

“Pembangunan harus menyentuh hati masyarakat. Kita butuh ruang dialog yang jujur dan terbuka agar semua pihak bisa saling memahami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Jayawijaya, untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di tengah beredarnya isu-isu sensitif.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi. Mari kita jaga Wamena tetap aman dan damai, serta bersama-sama mencari solusi terbaik untuk masa depan Papua,” tegasnya.

Sementara itu, aparat keamanan setempat masih melakukan penelusuran terkait pihak yang menyebarkan selebaran tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah potensi gangguan keamanan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa isu Papua masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Diharapkan, setiap aspirasi yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam membangun Papua yang lebih adil, damai, dan sejahtera. (Berti Pahabol)

Check Also

Perayaan Paskah Oikumene 2026, Pemkab Bolsel Ajak Masyarakat Bangkit dan Bersatu

Liputanbmr.com.Bolsel-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggelar Perayaan Paskah Oikumene 2026 di kawasan Hunian Tetap (Huntap) …