Pemkot Kotamobagu Tertibkan Pedagang Pasar 23 Maret dan Pasar Serasi

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Pemkot Kotamobagu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melakukan penertiban pedagang yang berjualan disepanjang jalan Bolian Pasar 23 Maret sampai depan Pasar Serasi. Rabu (24/04/2019).

Kabid Keamanan dan Ketertiban Umum Dinas Sat Pol PP dan Damkar Kotamobagu, Bambang Dachlan, mengatakan petugas melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang dagangan milik pedagang sesuai surat perintah yang dikeluarkan oleh pimpinan kepada pihak penyidik Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kotamobagu.

“Maka Satpol PP melakukan tindakan penyitaan barang jualan disepanjang jalan Bolian Pasar 23 Maret sampai depan Pasar Serasi,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Satpol PP sudah beberapa kali melayangkan surat pemberitahuan sampai surat teguran untuk tidak berjualan di trotoar dan bahu jalan. “Sampai minggu kemarin kami pun melakukan sosialisasi dengan menggunakan mobil Satpol PP,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah di evaluasi ternyata para pedagang tidak mengindahkan apa yang sudah disampaikan pihak Satpol PP dalam hal ini PPNS Satpol PP.

Ia menjelaskan, Kericuhan yang terjadi antara Petugas Satpol PP dan pedagang disebabkan penolakan pedagang barang daganganya dibawa ke markas Satpol PP Kotamobagu.

“Langkah yang kita lakukan dengan tetap mengambil tindakan tegas harus ditertibkan karena sudah menjadi keluhan masyarakat terutama pengguna jalan di area depan Pasar Serasi sampai Pasar 23 Maret,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Langkah yang diambil pihaknya sesuai Perda nomo 9 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (Tantribum) ada sanksi dan larangan yang mengatur dalam perda tersebut.

“Sanksinya berupa larangan berjualan, menyimpan atau menimbun barang di bahu jalan atau jalan. Sanksi pidana paling banyak 5 juta rupiah dan 3 bulan kurungan badan. Tetapi hasilnya tergantung pihak pengadilan putusannya seperti apa,” paparnya.

Ia menyebutkan, ada 8 pelanggar yang akan dihadapkan ke pengadilan untuk mengikuti sidang Tipiring pada Jumat (26/04/2019). “Iya, barang bukti juga akan kita bawa ke pengadilan berupa barito, ayam dan beras,” jelasnya. (**)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*