KOTAMOBAGU, LiputanBMR.com,–Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Kecamatan Kotamobagu Utara mengadakan Sosialisasi Tentang Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah di Desa Pontodon, Jumat (31/10).
Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Kotamobagu Utara, Edo Mopobela, S.H., dan menghadirkan Staf Khusus Wali Kota Bidang Lingkungan dan Persampahan, Putri Damayanti Potabuga, yang bekerja sama dengan Climate Institute, sebuah NGO yang fokus pada isu lingkungan dan krisis iklim.
Dalam sambutannya, Camat Edo Mopobela menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menyoroti ketergantungan warga pada sistem “buang dan angkut” yang masih berlaku, sehingga kesadaran pengurangan sampah perlu ditingkatkan.
“Masyarakat masih terbiasa membuang sampah lalu menunggu diangkut pemerintah. TPA kita sudah over kapasitas, dan jika pola ini terus berlanjut, TPA baru juga akan cepat penuh,” ujar Edo.
Edo menjelaskan, melalui sosialisasi, masyarakat diharapkan menerapkan tiga langkah utama: mengurangi penggunaan sampah tidak perlu, menggunakan kembali barang yang masih bermanfaat, dan mendaur ulang sampah menjadi produk baru.
“Tiga langkah ini penting untuk menekan volume sampah ke TPA, memperpanjang usia TPA, serta memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk bagi tanaman,” tambahnya.
Sementara itu, Putri Damayanti Potabuga menekankan pentingnya peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga, mengingat aktivitas mereka paling dekat dengan produksi sampah sehari-hari.
“Kami memberikan pelatihan pola konsumsi cerdas dan ramah lingkungan agar jejak karbon rumah tangga bisa ditekan,” jelas Putri.
Putri mencontohkan cara sederhana, seperti mengganti plastik dengan bahan non-plastik, memisahkan sampah organik dan anorganik, serta mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan botol bekas.
Kegiatan juga dilengkapi pelatihan praktis pemilahan dan pengelolaan sampah yang dipandu Wahyu Devito Makalalag dari Climate Institute, dengan pendekatan diskusi langsung dan metode edukasi menyenangkan.
“Warga Pontodon antusias meski masih terbiasa membakar sampah. Metode pembelajaran melalui permainan membuat pesan pemilahan sampah lebih mudah diterima,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, Desa Pontodon memiliki potensi besar menjadi desa mandiri dalam pengelolaan sampah, dan edukasi berkelanjutan bisa menjadikannya contoh bagi desa lain di Kotamobagu.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan komitmen membangun kesadaran lingkungan masyarakat serta mendukung terciptanya kota bersih, sehat, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat.
(Redaksi)/*
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
