LiputanBMR, Kotamobagu – Banyaknya keluhan masyarakat yang hampir setiap hari terus dibicarakan, menyangkut kelangkaan Tabung LPG yang sering di salagunakan oleh pihak-pihak yang yang ingin meraup keuntungan lebih. Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) mengambil langkah dan terobosan agar apa yang menjadi keluhan bisa teratasi dengan baik ,Pemkot pun memintah Pertamina agar bisah menambah kebutuhan LPG, hal ini sampaikan oleh Kabag Perekonomian Sekretariat Kotamobagu Ham Rumoroy S.Pd, kepada awak media seusai acara Sosialisasi Pendataan Produksi Serta Pemamfaatan di bidang Pertambangan dan Energi, Kamis (01/09) di Restoran Lembang Bening.
“ Kotamobagu merupakan pusat perekonomian dari Bolaang Mongondow Raya, berbagai peluang bisnis terbuka, baik usaha kecil maupun menengah sekarang ini berkembang dengan baik, masyarakat merasa senang karena keadaan ekonomi keluarganya bisa tercukupi, namun dengan keadaan dan kelangkaan bahan bakar LPG untuk kebutuhan usahanya, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh. Sesuai data yang kami miliki Pangkalan LPG yang ada dikotamobagu tahun lalu berjumlah 80 pangkalan, namun setelah Pemkot memintah kembali data dari Agen di tahun ini, Pangkalan LPG sudah bertambah berkisar 183 Pangkalan. “ ucapnya.
Rumoroy meminta, untuk LPG yang masuk ditiap Agen maupun Pangkalan yang ada dikotamobagu agar benar-benar mengikuti prosedur yang ada dalam penyaluran kepada konsumen, dan setiap Agen Maupun Pangkalan yang ada di Kotamobagu Harus mempunyai Izin sesuai Perda yang ada, jika tidak ,maka pelayanan untuk mendistribusikan LPG tidak bisa dilayani oleh Pertamina, pintanya.
Di Tempat yang sama, Sales Exsekutif Pertamina Cabang Manado Bpk Adeka menjelaskan , bahwa untuk pelayanan kebutuhan LPG untuk disalurkan ke tiap daerah di BMR sekarang ini berjalan dengan baik dan stok LPG yang ada masih cukup dan terpenuhi.
“ Dengan adanya keluhan-keluhan dari beberapa pangkalan LPG, maka dari kami dari pihak Pertamina akan menkroscek langsung kelapangan jika ada Agen dari Pertamina yang nakal dan terbukti menyalai aturan, tentunya pihak Pertamina akan memberi sanksi kepada Agen Tersebut, kami akan mengganti Agen itu dengan penugasan yang lebih baik.” Jelas Adeka
Adeka pun mewarning kepada pangkalan LPG, jika nanti terbukti melakukan kesalahan misalnya, malakukan permainan harga, banyak melayani kepada para pengecer atau spekulan, maka pihak Pertamina juga akan memotong Jatah alokasi ketiap pangkalan yang nakal.
“ Untuk mengatasi berbagai kendala yang terjadi dalam kebutuhan LPG ini oleh masyarakat, maka perlu adanya Pengawasan dan kerjasama dari semua unsure baik pemerintah, Pertamina dan semua pihak yang terkait.”tutupnya.
Peliput: R_Th
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
