LIPUTANBMR.COM, KOTAMOBAGU— Pengawasan terhadap ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilo gram terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot Kotamobagu).
Menurut Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kotamobagu Suhartien Tegela SE, langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan LPG 3 kg jelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dirinya juga mewanti-wanti kepada para pemilik pangkalan agar menjual LPG ukuran 3 kg sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 18.000 per tabung.
“Kita akan pantau terus. Kalau menjual diatas HET akan ada sanksi tegas,” ujar Tien sapaan akrab Suhartien.
Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan jelang perayaan hari besar keagamaan sering terjadi kelangkaan, bahkan harga LPG melambung tinggi.
“Kalau Nataru tahun kemarin itu hanya keterlambatan saja, namun untuk saat ini berdasarkan pantauan kami di lapangan ketersediaan LPG masih aman hingga perayaan tahun baru mendatang,” pungkasnya.(*/Hendrawan)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
