LiputanBMR.com, Nuangan – Penemuan Seekor Buaya Muara oleh seorang warga Nuangan Selatan di Desa Iyok, Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) membuat heboh masyarakat setempat, (11/01/2020)
Buaya berukuran besar yang ditemukan Tajili Mamonto seorang nelayan, warga Desa Nuangan Selatan yang berlokasi di seberang pantai itu, sedang terperangkap pada jaring penangkapan udang yang sudah terpasang selama satu hari.
Sebagaiamana pengakuan Tajili, bahwa dirinya yang saat itu sedang melihat jaring yang sudah ia pasang satu hari sebelimnya untuk menangkap udang, tiba – tiba dirinya kaget dengan adanya buaya yang tesangkut di jaring tersebut.
Demikian disampaikan Kapolsek Nuangan, IPTU Junaidi Candra Pulukadang, saat turun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapat laporan warga. “Melihat seeokor buaya sudah tersangkut di jaring, dirinya (Tajili, red) langsung memanggil warga setempat untuk bersama – sama menangkap untuk diamankan di Pasar Iyok sambil menunggu tindak lanjut petugas berwenang,” ujar Pulukadang Kronologisnya.
Sementara, menurut Tokoh Masyarakat, Abdurahman Ambarak bahwa pihak pemerintah dan masyarakat telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, yaitu Dinas Penangkaran dan Perlindungan Satwa Provinsi Sulut untuk dipindahkan ke tempat yang sesuai.
Secara terpisah, Saikun Mokoagow kepada LiputanBMR.com, mengatakan bahwa warga Desa Iyok sudah tak asing lagi dengan adanya buaya tersebut. “Memang sudah lama ini kami tahu keberadaan buaya itu, 2013 dan 2018 lalu juga pernah ditemukan seekor anak buaya di Desa kami. Tapi kali ini secara tidak sengaja buaya itu berhasil diamankan,” ujar Saikun.
Kejutanya, penemuan buaya tersebut menghadirkan hal mistik. Saikun menyatakan secara bersamaan dalam penangkapan buaya, ada seoroang warga yang kerasukan orang tua dulu atau dalam Bahasa Mongondow (Mogoguyang) meminta untuk melepas kembail seekor buaya yang diamankan.
Dalam bahasa daerah Bahasa Mongondow terucap “Buliyai buaya teen, sin nion lukad bi in adi’ bo ompuh kon Iyok” artinya (Lepas Buaya itu, karena penjaga anak cucu di Desa Iyok, Red).
“Aka diya buliyan in buaya teen yo oyuon mobali kon bonu lipu” (kalau tidak dilepas, akan ada yang terjadi dalam halaman, kampung atau desa, Red).
Kalimat itu lah yang keluar dari mulut warga setempat yang mengalami kerasukan,” terang Saikun. (R)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
