LiputanBMR.com, BOLTIM – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten, dalam rangka penyusunan rancangan akhir RKPD tahun 2021, di Lantai Tiga Sekretariat Daerah (Setda) Boltim, Rabu (18/03).
Dihadapan seluruh pimpinan instansi pemerintahan Bupati Boltim, Sehan Landjar, SH yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa Musrenbang bukan hanya seremoni semata. Karena, salah satu kegagalan dalam pelaksanaan pembangunan adalah perencanaan yang tidak matang, asal jadi tidak sesuai dengan visi dan misi pimpinan. “Sehingga dalam pelaporan banyak ketidak sinkronan antara RPJMD, Renstra, Renja sampai pada pelaporan SAKIP,” ungkapnya.
Bupati mengatakan, dalam merencanakan program harus sesuai dengan skala prioritas jangan asal jadi atau sekedar menggugurkan tanggung jawab. “Menghabiskan anggaran yang outcame, impact dan bennefitnya tidak ada kaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pembukaan lapangan kerja, pengendalian inflasi dan azas manfaat yang lain,” katanya.
Menurut Bupati, salah satu point penilaian BPK dan Pemerintah Pusat dalam penggunaan anggaran pemerintah adalah efektifitas dan efisiensi pengelolaan anggaran harus berdampak pada kepentingan publik.
“Kinerja perangkat daerah dapat terbaca pada pelaporan SAKIP, ELPPD dan laporan lain, saya lebih melihat dan menilai hasil dari pada proses walaupun hasil tidak lepas dari proses itu sendiri. Musrenbang ini adalah moment yang tepat perangakat daerah untuk bermusyawarah menyusun strategi, menyamakan persepsi penyelesaian persoalan-persoalan di masyarakat agar tidak timbul masalah,” jelasnya.
Musrenbang lanjutnya, menjadi wadah sinkronisasi, sinergitas program serta kewenangan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten bahkan desa yang menggunakan DD dan ADD agar tidak terjadi tumpang tindi program dan kegiatan pada akhirnya timbul pemborosan anggaran sehingga tidak ada azas manfaat terhadap kebutuhan publik.
“Pemantapan pemerintahan, pembangunan ekonomi sosial dan kemasyarakatan guna menuju Boltim cerdas, sehat, kreatif dan berwawasan lingkungan, mandiri, sejahtera berbasis pedesaan, ” tutup Bupati.
Adapun tujuh usulan prioritas yang harus di aktualisasikan oleh perangkat daerah dalam menunjang pembangunan daerah diantaranya;
- Pembangunan Infrastruktur Dasar dan Penataan iklim investasi
- Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
- Pembangunan Ekonomi Lokal Yang Berdaya Saing Tepat Guna dan Berkelanjutan
- Pembangunan Kawasan Pariwisata dan Pelestarian Nilai-nilai Budaya
- Revitalisasi Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Untuk Pembangunan Ketahanan Pangan
- Pelsetarian Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Serta Penganggulangan Bencana
- Penanggulangan Kemiskinan Dalam Hal Pendidikan, Kesehatan dan Sosial
Hadir pada Musrenbang tersebut Wakil Bupati, Drs Rusdi Gumalangit, Ketua DPRD Boltim, Fuad Landjar, SH bersama seluruh Anggota DPRD Boltim, Forkopimda, staf khusus bupati, seluruh kepala OPD, Camat, Sangadi dan BPD.
(Advetorial)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat



