LiputanBMR.com, BOLTIM – Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan, penghubung antara Desa Nuangan Selatan dan Desa Iyok menuai tanggapan masyarakat. Proyek yang dilaksanakan oleh CV.Totabuan Jaya terkesan molor.
Demikian dikemukakan Kepala Desa atau Sangadi Desa Iyok Arifin Ibrahim, bahwah masyarakat akhir-akhir ini keluhkan material Pasir Batu (Siirtu), yang berada di badan jalan sangat menganggu.
“Kemarin saya minta ke meraka pelaksana proyek, untuk menyiram dengan air jalur ini, karena masyarakat sudah mengeluh ke saya, jalanya berdebu juga material sirtunya sudah menutupi badan jalan, sanggat menganggu pengendara,” ucapnya, Kamis (26/09).
Menurut Ibrahim, proyek yang belum langsung dikerjakan itu bisa berdampak pada kesehatana masyarakat menyangkut Infeksi Saluran Pernafasan (Ispa) akibat cuaca panas ekstrem.
“Posisi jalan tak jauh dengan pemukiman, sementara panas yang luarbiasa ini membuat jalan berdebu saat kendaraan lewat. Tentunya, penyiraman di jalan juga harus rutin dilakukan oleh pihak pelaksana,” terang Arifin.
Berbagai tanggapan juga disampaikan warga setempat. Ada pun bentuk keluhan, keterlambatan terkait dengan waktu pekerjaan yang terhitung sejak 180 hari dimulai pada 1 September 2019 diharapkan sudah ada perbuhan secara persentase.
“Proyek ini tentu menguntungkan bagi kami warga sekitar, tapi sejauh ini matrial hanya dibiarkan sehingga kami juga yang ikut mengawasi pekerjaan ini menilai lambat dalam proses realisasi,” ujar sebagian warga dilokasi.
Sementara kepada sejumlah media, Kadis PUPR Boltim, Sahrul Abdul Muis menegaskan, pihak ke tiga agar mempercepat proses pekerjaan fisik yang berkualitas.
“Saya meminta agar pihak ketiga jangan menunggu batas waktu sampai berakhirnya tanggal kontrak. Proyek kerjakan dengan baik agar punya asas manfaat terhadap masyarakt dan perusahaan sendiri,” imbuhnya. (TM)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat

