LiputanBMR.com, BOLTIM – Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan lobi – lobi program bantuan Pemerintah Pusat hingga Luar Negeri. Dipastikan, Tahun 2020 mendatang, Kabupaten Boltim akan menerima program pemberdayaan kawasan lahan kering terpadu.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Setiono, kepada media ini bahwa program ini adalah proyek dirtjen Sarana dan Prasarana yang sumber dananya dari luar negeri. “Untuk Sulawesi Utara (Sulut) hanya tujuh Kabupaten, Kota yang mendapat bantuan ini, salah satunya Boltim,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk boltim memperoleh alokasi 100 hektar kawasan durian, ternak sapi, jalan pertanian, sarana dan prasarana (Sarpras) pengolahan pupuk organik, sarana promosi, dan fasilitas sistim pomanisasi, dengan total anggaran Rp19.5 Miliar keseluruhan.
“Jadi program pemberdayaan kawasan lahan kering terpadu ini melipiti beberapa kegiatan, pertama budidaya buah – buahan seperti durian dan mangga, ada juga pembuatan tempat pengolahan pupuk organik, sarana promosi dan sistem pomanisasi,” jelas Setiono.
Lanjutnya, bukan hanya itu adapun bantuan ternak sapi yang hitunganya perhektar mendapat bantuan satu ekor dan serta pembuatan jalan pertanian,” bebernya.
Ia mengatakan, kebutuhan lahan 100 hektar nantinya akan dilihat seperti apa. Untuk itu pihaknya melibatkan Pemerintah Desa terkait dengan lokasi, “Kami lihat apa dibagi menjadi dua wilayah atau bagaimana? karena wilayah pesisir dan pegunungan keduanya berpotensi untuk program ini. Nanti, kita tinjau lokasi bersama konsultan luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan, sasaran program tersebut tujuanya untuk peningkatan serta perkembangan ekonomi masyarakat. Masyarakat juga di berdayakan dalam sistem perkelompokan, “Target program bertahan selama tiga tahun. Ini akan diberdayakan kepada masyarakat lewat kelompok tani. Sehingga menunjang perekonomian masyarakat terutama petani,” tutupnya. (Ryan)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
