Dikbud Boltim Berlakukan Ketentuan Mekanisme Pencairan Dana BOS

LiputanBMR.com, BOLTIM – Dalam memaksimalkan serapan serta pelayanan pendidikan yang bermutu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) menggelar sosialisasi tentang syarat dan ketentuan teknis pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja terhadap seluruh Kepala Sekolah dalam tahun ajaran 2020.

Kepala Dikbud Boltim, Yusri Damopolii menjelaskan, ada tahapan pengelolaan program Dana BOS dari BOS Afiramsi dan BOS kinerja sebagaimana program Pemerintah Pusat.

“Bos Afirmasi adalah program pemerintah pusat untuk klasifikasi Daerah tertinggal, Sangat tertinggal di kawasan 3T yakni tertinggal, terdepan, dan terluar. Sementara, Bos Kinerja program Pemerintah Pusat yang disalurkan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan,” jelasnya.

Lanjutnya, adapun ketentuan masing masingnya menjadi ukuran tersendiri, dengan menimbang beberapa syarat secara administratif.

“Afirmasi menerima BOS reguler tahun 2019 harus Sekolah Negeri Aktif, Pengisian dapodik (data pokok pendidikan) tiga semester terakhir, Mempunyai sumber listrik dan internet. Sementara, Kinerja harus memiliki jumlah siswa paling sedikit 60 untuk tingkat SD, 90 siswa SMP, 180 siswa untuk SMA atau SMK terkecuali SLB (Sekolah Luar Biasa). Sekokah negeri aktif, Mengisi dapodik 3 semester terakhir, Penerima BOS regular,” bebernya.

Tak hanya itu, Yusri menambahkan ada Syarat dan ketentuan pencairan harus membawa Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) melipiti bukti pembelian dan pesanan atau invoice dari Sistem Pengadaan Sekolah (SIPlah) dari Kementrian dan rekom dari Diknas.

Menurut Yursi, aturan ini sangat jelas sesuai Permendikbud No 31 tahun 2019 yang memuat tentang BOS afirmasi dan kinerja tahun 2019 yang ditransfer oleh Pemerintah Pusat ke rekening sekolah sejak tanggal 31 des 2019, “Sehingga belum bisa di gunakan pada tahun 2019, nanti di tahun 2020 baru bisa digunakan melalui pergeseran RKA sekolah.
sebagaimana di atur permendikbud No 31 tahun 2019,” kata Yusri melanjutkan,

“Komponen yang dibelanjakan hanya dua item saja yaitu komponen penyediaan fasilitas akses rumah belajar di dalamnya ada pengadaan tablet, laptop, LCD protektor, jaringan nirkabel, hard disk, serta komponen pembiayaan daya dan jasa melalui SIPlah,” tambahnya.

Ia pun berharap, penerimaan BOS afirmasi dan kinerja baru kali di Boltim jadi untuk Bapak/Ibu Kepsek melalui sosialisasi kali ini agar paham betul mengenai aturan dan syaratnya”ungkap Yusri.

Sedikit informasi, penerima sekolah BOS afirmasi diantaranya, SDN Guaan, SDN Idumun, SDN Badaro, SDN Tobongon, SDN 1 Buyat,SDN 1 Nuangan 1,SDN 1 Motongkad, SDN 1 Bai, SDN 1 Buyat 2, SDN 1 Tutuyan 2, SDN 1 Iyok, SMPN 1 Nuangan, SMP Satap Bai, SMP Satap Badaro, SMP Satap Tobongon, SMP Satap Bukaka. Untuk Bos Kinerja yaitu, SDN1 Moyongkota,SDN 1 Dodap pantai,SDN 1 Bulawan, SDN 1 kokapoi, SMPN 3 Tutuyan. (R)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*