Bupati Hadiri Syukuran Resmi Desa Molobog Timur

LiputanBMR.com, BOLTIM – Bupati Bolmong Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH menghadiri acara syukuran atas resminya Desa Molobog Timur, Kecamatan Motongkad yang dirangkaikan dengan momentum peringatan empat tahun kepemimpinan SERU, Senin (24/02/20).

Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Nursiwin Landjar Yunus Dunggio SAP, yang juga Anggota DPR Provinsi disambut masyarakat dan Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa Molobog Timur dengan Tarian Masamper, tarian Adat Nusautara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Priyamos, SH Asisten administrasi umum, Ir. Djainudin Mokoginta, Anggota DPRD Boltim Sunarto Kadengkang dan antan Anggota DPRD Boltim, Witarsa Mamonto yang keduanya adalah inisiator pemekaran desa Molobog Timur. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Boltim para Camat, Kapolsek Nuangan, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh agama dan Masyarakat Desa setempat.

Dalam momentum tersebut, Bupati Sehan Landjar lewat sambutanya menyampaikan bahwa desa Molobog Timur secara aturan sudah terbentuk sejak tahun 2012, Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 2012 tentang Pembentukan Desa.

“Acara ini merupakan syukuran atau resminya Desa Molobog Timur, setelah dilantiknya Pejabat Sangadi (Kepala Desa, red) dan BPD pada januari lalu. Terbentuknya Desa Molobog Timur itu secara bersamaan dengan 30 Desa lainya, melalui proses DPRD Boltim, serta sudah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi dan Mendagri pada tahun 2013 sebagaimana syarat dan ketentuan yang berlaku,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, ada banyak proses dan kendala kenapa Desa Molobg Timur belum terwujud. Selain berkaitan dengan tapal batas dengan Desa Molobog, Hal ini juga berkaitan dengan validasi data penduduk. Namun semua terlaksana hingga ditetapkanya Molobog Timur sebagai Desa ke 81.

“Tentunya masyarakat ingin tau kenapa peresmian desa Molobog Timur lama terwujud, yang pertama saya ingin memastikan bahwa batas wilayah harus valid dulu karena pada waktu itu masih terjadi tarik ulur dengan desa Molobog Induk sehingga saya tidak mau meresmikan kalau masih ada konflik. Kemudian penduduknya belum terdata secara update serta memenuhi syarat. Setelah camat Motongkad yang baru, Iwan Tololiu semua hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan acara syukuran atas diresmikanya desa ini ucap bupati,” paparnya.

Bupati pun mengharapkan kepada Sangadi dan BPD serta jajaran aparat dan perangkat agar mampu bekerja secara maksimal menyesuaikan dengan program serta kegiatan anggaran yang telah tersedia.

“Saya minta kepada sangadi, BPD dan seluruh perangkat agar bekerja keras karena anggaran telah tersedia tidak kurang dari Rp1,2 milliar. Saya yakin apabila Pemdes Molobog Timur mampu bekerja maksimal, maka dalam jangka waktu tiga tahun kedepan desa ini akan menyamai bahkan melampaui kemajuan pembangunan desa-desa tetangga karena kecil wilayahnya dan potensial. Apabila hak ini dapat terwujud maka saya akan mengutus Molobog Timur ini pada setia perlombaqn desa nanti,” ungkap Bupati.

Tak hanya itu, Ia berharap agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) segera di bentuk dengan beberapa unit usaha yang memiliki asas manfaat terhadap masyarakat serta program inovasi lainya, “Silahkan berinovasi yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Segara bentuk BUMDes dan unit usahanya, atau pun bisa sementara waktu digunakan untuk BUMDes simpan pinjam. Terutama untuk biaya pengobatan misalnya dan berbagai cara lainya,” imbuh Bupati. (R)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*