Bupati Boltim dan 100 Pemimpin Masa Depan Gelar Teleconference Tentang Strategi Pemda Tangani Covid-19

LiputanBMR.com, BOLTIM – Masuk nominasi 100 pemimpin masa depan, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH menjadi salah satu narasumber pada acara video teleconference oleh The International Republican Institute (IRI) yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional, Senin (15/06).

Diketahui LSM yang berdiri di Washington D.C Amerika ini sengaja mengundang sejumlah Pimpinan Daerah, baik itu Gubernur serta Bupati dan Walikota yang mendapat penghargaan 100 pemimpin masa depan dalam acara bertwma bagaimana strategi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penanganan Covid-19.

Selain Bupati Sehan Landjar, SH, sejumlah narasumber yang terpantau diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Soppeng Sulawesi Selatan (Sulsel) Kaswadi Razak dan Ruslie Habibie, Gurbernur Gorontalo.

Pada kesempatan itu, setiap narasumber memberikan tanggapan mengenai penanganan Covid-19 di Daerah yang di moderatori langsung oleh anggota LSM IRI perwakilan Indonesia.

Bupati Sehan Landjar dalam kesempatannya bertanggapan bahwa dalam hal penanganan Covid-19 oleh Pemda Boltim dilakukan secara maksimal, dimana dia sendiri turun melakukan berbagai upaya pencegahan dimasyarakat.

“Boltim hingga saat ini masih zona hijau karena masyarakat Boltim patuh akan anjuran Pemerintah. Menurutnya, masyarakat Boltim kebanyakan lebih memilih kerja di daerahnya sendiri daripada harus keluar daerah. Sejak saya turun melakukan edukasi kepada masayarakat awal bulan Maret lalu tentang bahaya virus corona mulai saat itu juga msayarakat Boltim tidak mau keluar daerah,” jelas Eyang sapaan akrabnya.

Menurut Bupati, mengatasi Covid-19, pertama yang di lakukanya adalah bagaimana menyampaikan dan menjelaskan tentang apa itu virus corona, bagaimana cara kerja dan ancaman apa yang akan terjadi. Bukan juga soal kematian yang ditakuti, melainkan bela negara. Karena dampak dari virus corona sangat berpengaruh atas keuangan negara dan itu sekarang terjadi.
“Akibat dari virus corona dana transfer dari pemerintah pusat untuk seluruh kabupaten/kota yang jumlah 504 dan 34 provinsi itu dipotong 50 persen. Ini adalah dampaknya jadi tidak main-main. Jadi risikonya bukan pada soal kematian,” ungkapnya.
Akhir diskusi itu Bupati memberikan motivasi sebagaimana prinsip selaku Kepala Daerah dalam menangani kondisi dimasyarakat.

“Jangan pikirkan apa yang bisa kita raih. Namun pikirkan apa yang bisa kita kasih. Jika kita sudah kasih, maka kita akan meraih atas apa yang kita peroleh,” tutup orang nomor satu itu. (R)

Bagikan Berita ini

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*