Astri Mokodompis dan bukunya yang berjudul Speak Up Pedofilia
Astri Mokodompis dan bukunya yang berjudul Speak Up Pedofilia

Peduli terhadap Anak, Astri Mokodompis Luncurkan Buku Speak Up Pedofilia

BOLMUT, LIPUTANBMR.COM – Serangkaian kasus kekerasan seksual yang menimpa anak akhir-akhir ini cukup membuat para orang tua ekstra waspada dalam mengawasi anak-anak mereka.

Astri Mokodompis, Perempuan berdarah Mongondow-Kaidipang ini menulis buku yang berjudul Speak Up Pedofilia, adalah salah satu orang yang peduli terhadap kekerasan seksual yang menimpa anak dibawah umur.

Lewat bukunya dengan jumlah 75 halaman itu, Astri mencoba menjelaskan tentang apa itu pedofilia, siapa saja yang bisa jadi korban dan pelaku pedofilia, bagaimana menghadapi pedofilia, bagaimana mendampingi korban pedofilia, efek korban pedofilia, ciri pedofilia, hingga bagaimana cara melindungi anak agar tidak jadi korban pedofilia.

“Kasus-kasus pelecehan seksual perlu di seriusi oleh kita semua. Lewat buku ini Insha Allah kita semua bisa belajar, hingga mencegah terjadinya kasus kekerasan sexual terhadap anak”, Ungkapnya

Lebih lanjut, kepada reporter media ini, perempuan kelahiran 27 Juli 1994 itu mengatakan jika, hukuman yang tidak setimpal terhadap pelaku kejahatan seksual mendorong dirinya untuk menulis buku ini, dengan harapan agar orang tua bisa waspada dan mencegah hal tersebut.

“Karena jika sudah terjadi, hukuman di pengadilan tidak akan membuat kita puas. Ya, semoga saja kehadiran buku ini bisa membuka pengetahuan orang tua tentang ciri- ciri pedofil yang mungkin saja sudah berada di dekat kita namun kita tidak tahu, Karena mohon maaf 90% pelaku pelecehan seksual terhadap anak adalah orang dekat termasuk orang tuanya sendiri”, ujar Astri.

Diketahui, Astri Mokodompis yang juga Alumnus SMP N 1 Kaidipang itu telah melahirkan buku-buku proyek antologi bersama teman- temannya, termasuk pernah menulis novel dengan judul “Rumah Kedua” yang berkaitan dengan pengalaman pribadinya saat mendidik anak di sekolah tahun 2018,

Guru di SDIT Waladun Soleh Boroko itu pun berkeinginan untuk membuka cabang FLP (Forum Lingkar Pena) di Bolaang Mongondow Utara. Tujuannya agar bisa berbagi kegiatan positif juga untuk membudayakan Literasi. [CnD]

Bagikan Berita ini

Komentar Facebook

Komentar