Yani Paparkan Penyelenggaraan e-Goverment dalam Forum Komunikasi Dinas Kominfo se-Sulut

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Hari kedua kegiatan seminar dan dialog dengan tema upaya mendorong perkembangan ekonomi masyarakat di daerah dan membangun sistem kota cerdas, kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu denga PT. Nusantara Compnet Integrator, berjalan sukses dan lancar.

Kepala Dinas Kominfo Kotamobag, Ahmad Yani Umar, yang turut hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan,

penerapan e-Government bagi setiap daerah itu harus, karena tujuannya untuk mentransformasikan sistem pemerintahan yang terlalu birokratis dan tradisional, menuju ke arah digitalisasi. “Hal ini tidak main-main lagi, Pemerintah sesuai dengan aturan dan regulasi, diharuskan untuk mentrasformasikan sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik bagi setiap Kabupaten dan Kota. Agar nantinya, pelayanan yang tadinya terlalu birokrastis, lambat dan panjang dirubah menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akuntabel,” ujar Yani ditemui usai kegiatan, Kemarin.

Menurut Yani, untuk penerapan sistem tersebut tentunya harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli  yang memadai, disamping penguatan regulasi. “Disamping adanya pengatan regulasi, semua juga harus ditunjang infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai,” jelasnya.

Yani menambahkan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 37 tahun 2017, bahwa pengembangan e-Government di Kota Kotamobagu sendiri saat ini sudah mumpuni. “Infrastuktur IT di Kotamobagu saat ini sudah mumpuni walaupun masih dalam proses pengembangan, dan hal ini pun mendapat pengakuan dari Grand Forensic Examiner Polri, AKBP Muhammad Nuh Al Azhar, Msc, CHFL, CEI, ECIH yang juga merupakan salah satu nasrasumber yang hadir pada kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Grand Forensic Examiner Polri, AKBP Muhammad Nuh Al Azhar, Msc, CHFL, CEI, ECIH, yang juga merupakan narasumber mengakui Pemerintah (Pemkot) Kotamobagu saat ini merupakan salah satu daerah di Indonesia yang giat dan aktif membina bidang Informasi dan Tekhnologi (IT).

“Setahu saya pemda yang giat dan aktif membina IT itu tidak banyak di Indonesia, dari jumlah yang sedikit itu salah satunya Kotamobagu, makanya saya bilang bagus. Karena sekarang sudah jamannya digital, harusnya pemda yang lain juga ikut seperti Pemerintah Kotamobagu,” ucap Nuh.

Terkait Smart City, Nuh pun mengatakan bukan hanya sisi Development atau pengembangan saja, tapi  sisi keamanan data (Security) juga harus menjadi perhatian.  “Bicara smart city, bukan hanya development atau pengembangannya saja, namun dalam dunia Cyber juga ada istilah security. Jadi, sistem yang dibangun oleh Pemda juga harus difikirkan bagaimanan tingkat keamanannya. Memang tidak ada sistem yang sempurna, tapi paling tidak ada skema untuk selalu mengevaluasi sistem keamanannya,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Novotel Manado tersebut dihadiri Tim Jakarta Smart City, Diskominfo Kabupaten Banyuasin dan Provinsi NTB, Bappeda Se-Sulut, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), serta Diskominfo se-Sulut.(*/Lim)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*