Pengrajin Sapu Ijuk Mulai Kesulitan Bahan Baku

Iping menata tumpukan ijuk di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (7/1). Sebagian besar warga desa merupakan perajin ijuk turun temurun. Bahan baku sapu ijuk itu dijual antara lain ke Surabaya dan Jakarta dengan harga Rp 8.000 sampai Rp 16.000 per kilogram. Kompas/Abdullah Fikri Ashri (IKI) 07-01-2018

LiputanBMR.com, Kotamobagu – Pengrajin sapu ijuk di Desa Sia’ Kecamatan Kotamobagu Utara, mulai mengeluhkan bahan baku (Ijuk dan Rotan) yang menjadi dasar pembuatan sapu ijuk. Meski demikian, Pemerinta desa setempat, akan berupaya agar produksi sapu ijuk tetap jalan.

“Untuk saat ini, bahan baku untuk pengolahan sapu ijuk sudah mulai menipis,” ungkap Kepala Desa (Sangadi) Sia’ Herto Balansa, Kamis (08/03/2018).

Menurut Herto, bahan dasar itu masih ada. Tapi sudah masuk kawasan hutan lindung Kota Kotamobagu. Meski demikian, pihaknya akan berupaya untuk mencari lokasi lain (lahan). “Kendalanya itu. Karena sudah masuk dalam kategori hutan lindung.Tapi, kami akan mengupayakan agar dapat mencari Ijuk dan Rotan di daerah lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Herto menambahkan, pengarajin yang ada masih dalam bentuk kelompk. Sudah dua kelompk yang aktif, masing-masing perkelompk sebanyak 10 orang. Dan pengolahannya masih dilakukan di rumah-rumah (Home Industri. “Tahun ini, kita sudah lakukan perencanaan untuk pembuatan sanggar kegiatan pembelajaran. Nanti di Sanggar ini kami akan menggabungkan semua kelompok, untuk mengadakan pelatihan pembuatan usaha lain seperti Sikat ijuk dan lainnya,” pungkasnya.

(Lim)

Check Also

Domino Cup 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kotamobagu Dorong Persatuan Masyarakat BMR

Kotamobagu, LiputanBMR.com,– Turnamen Terbuka Domino Cup 2026 resmi bergulir di Kotamobagu, Sabtu (29/8/2026). Pemerintah Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *