Foto: Istimewa

Pemkot Terima Kunjungan dari DPRD Kota Ternate

LiputanBMR.com,Kotamobagu – Pemerintah kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop-UKM) menerima kunjungan dari anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/10/2018).

Ketua Komisi II DPRD Ternate Zainal mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka study banding tentang pegelolaan pasar yang ada di Kotamobagu. “Yah itu tentu menjadi salah satu referensi kami untuk mengetahui nagaiman pengelolaan pasar yang ada di Kotamobagu, baik retribusi pasarnya, peraturannya dan lain sebahainya,” ungkapnya

Menurutnya, pengelolaah pasar di kota ternate sudah baik, namun untuk dalam mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pasar di daerah-daerah lain itu perlu dalam rangkan peningkatan pasar di Ternate. “Ada 13 pasar yang ada di Kota ternate, sedangkan terget Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu 2018 ini sebesar 10 miliar. Nah, sejauh ini capaiannya masih minim, sehingga kami lakukan tour ke daerah lain untuk belajar fentang lengolaan pasar,” jelasnya

Sementara itu, Sekertaris Disperdagkop Kotamobagu, Edo Mopobela mengatakan, keberadaan pasar di Kota Kotamobagu cukup baik, meski ada beberapa kendala tentang pecapaian target PAD, namun sejauh ini bisa diatasi.

Menurut mantan Kabag Tapem Pemkot ini, target PAD dari retribusi pasar pada tahun ini sebesar Rp 764 juta. Hal itu tantunya sangat jauh dibandingkan dengan target PAD Kota ternate yang mencapai 10 Miliar.

“Karena di Kotamobagu itu hanya ada tiga pasar, yang beroperasi hanya dua pasar yaitu pasar serasi dan pasar poyowa kecil. Sedangkan di Kota ternate ada 13 pasar, sehingga tidak heran target PAD mereka lebih tinggi,” ucapnya.

Dia juga mengakui penagihan retribusi pasar masih secara manual, sama halnya dengan cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate. “Pada dasarnya sistem kita sama, penagihannhapun masih secara manual dan belum menggunakan online. Nah, persoalnnya mereka datang kemari yang itu belajar tentang pengolaan pasar seperti apa, itu yang mereka lihat untuk dijadikan referensi nanti di dalam pemerintahan mereka, “tandasnya (Lim)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*