LiputanBMR.com, Kotamobagu – Pemerintah Kotamobagu mengelar acara Forum Discussion Group (FGD) mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD Kota Kotamobagu Tahun 2018-2023.
Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Sofyan Mokoginta mengatakan Setelah dilantiknya penetapan Kepala Daerah wajib menyusun dan menetapkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Dokumen RPJMD ini harus di dukung dengan KLHS.
“Sehingga Rencana yang dimuat dalam RPJMD seperti arah tujuan dan kebijakan dapat dikontrol oleh KLHS.” Ujar Sofyan kepada Bulawanews.com, Rabu (17/10/2018).
Tujuan diberlakukannya KLHS dapat dikategorikan yakni Secara instrumental, KLHS bertujuan mengidentifikasi dampak penting lingkungan untuk proses pengambilan keputusan, kebijakan, rencana, atau program sehingga mengarah pada terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
“KLHS juga dapat memfasilitasi proses pengambilan keputusan untuk menyeimbangkan tujuan pembangunan dalam aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi dan mendorong pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan.” Terang Sofyan.
Lebih lanjut, dalam pertemuan kedua dalam pembahasan KLHS diharapkan semua SKPD juga hadir agar bisa membahas secara lebih detail permasalahan yang ada di dalam SKPD untuk mendapatkan issu strategis.
“Issu Strategis nanti akan dihimpun dan dikaji agar bisa digunakan untuk menyusun dokumen KLHS bersamaan seiring penyusunan RPJMD juga.” Ungkap Sofyan.
Sementara itu, Dr. Ir. Veronica A Kumurur M.Si dalam acara FGD sebagai Pemateri mengatakan bagaimana berfikir secara strategis terhadap Rencana RPJMD Kota Kotamobagu dapat berkelanjutan.
“Berkelanjutan ini tidak hanya abstrak tapi bisa diukur dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.” Ujar Veronica
Sehingga Meningkatkan manfaat pembangunan Rencana dan implementasi pembangunan lebih terjamin keberlanjutannya.
“Juga bisa untuk mengurangi kemungkinan kekeliruan dalam membuat prakiraan/prediksi pada awal proses perencanaan kebijakan, rencana, atau program pembangunan.” Ungkap Veronica.
Selain itu, dampak negatif lingkungan di tingkat proyek pembangunan semakin efektif diatasi atau dicegah karena pertimbangan lingkungan telah dikaji sejak tahap formulasi kebijakan, rencana, atau program pembangunan.
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
