LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Ahmad Dulbasir, warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, rela meninggalkan kebun miliknya sebagai petani coklat demi berjualan hewan kurban. Modal awal yang dikeluarkannya hanya Rp 10 Juta, kini omzet ia dapat ratusan juta rupiah.
Awalnya pada tahun 2010 dia membeli hewan kurban kepada peternak dengan berbekal Rp 10 Juta tadi, kemudian dijualnya lagi ke konsumen dengan mengambil untung dari hasil penjualannya.
“Harga hewan kurban waktu itu masih murah, saya dibekali modal pemberian dari orang tua buat usaha,” kata Ahmad berbincang dengan LiputanBMR.com, rabu (31/07/2019).
Namun sejak tahun itu tadi masih kata Ahmad, dia terus menggeluti usaha yang bisa disebut musiman ini, sebab hanya pada momentum Idul Adha saja, tetapi 9 tahun berjalan kemudian di 2019 ini dia berhenti jadi tukang tibo dan menambah modal dua kali lipat menjadi Rp 20 Juta dari temannya, kemudian naik kelas menjadi peternak sekaligus penjual.
“Saya tambah modal akhirnya menjadi Rp 20 Juta, dipinjam ke teman saya,” lanjut dia.
Lebih lanjut kata dia lagi, dari situ usahanya terus berkembang hingga mendapatkan omzet ratusan juta rupiah, “lumayan meski pun hanya per musim tapi omzet bisa sampai Rp 100 hingga Rp 200 Juta, hasil ini saya peroleh dari menjual sapi sebanyak 50 sampai 70 ekor yang di jual di pasar serasi Kelurahan Gogagoman dan Bolaang Mongondow Raya,” akunya. (Febri)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
