Buka Seminar Budaya Daerah, ini Kata Sekda Kotamobagu

Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta, saat membuka kegiatan

LIPUTANBMR.COM, KOTAMOBAGU– Kearifan lokal merupakan bagian budaya dari suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Demikian dikatakan Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta dalam sambutannya, saat membuka kegiatan Seminar Budaya Daerah yang digelar di Aula Bobakidan, Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Selasa (29/8).

“Dalam proses pembangunan suatu daerah dan negara tak lepas dari kearifan dan nilai-nilai lokal yang diwariskan pendahulu kepada kita sebagai generasi penerus saat ini,” ujar Sofyan.

Dikatakannya, keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan guna memajukan kebudayaan nasional indonesia di tengah kemajuan zaman.

“Tujuan dari kemajuan kebudayaan ini antara lain mengembangkan nilai rukun budaya bangsa, memperkaya  keberagaman budaya, mempertegas jati diri bangsa, memperteguh kesatuan dan persatuan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat serta melestarikan warisan budaya bangsa,” tuturnya.

Dikatakannya lagi, kebudayaan dalam kreatifitasnya sebagai satu istilah yang kerap dengan kehidupan masyarakat. Namun demikian, tidak jarang nilai-nilai kearifan lokal mengalami degradasi sehingga masyarakat atau generasi muda tidak lagi mengenal kearifan lokal.

“Dengan adanya seminar ini diharapkan generasi muda dapat mengenal kembali apa yang menjadi kearifan lokal yang ada di daerah kita,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Disbudpar Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan, yakni membangun jati diri masyarakat Kota Kotamobagu dalam menggali dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Lanjutnya, membangun sinergitas keberagaman sebagai kedaulatan budaya yang berorientasi pada nilai kearifan budaya lokal memiliki sejumlah sasaran, diantaranya menumbuhkan rasa dan semangat merawat warisan leluhur dengan karya, pengetahuan dan kontribusi pemikiran.

“Disamping itu, juga membuka wawasan tentang nilai terkandung dalam kearifan lokal, melestarikan kearifan lokal sebagai pengetahuan serta edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga kearifan lokal yang di barengi dengan inovasi dalam memajukan ekonomi kreatif,” imbuh Mokoginta.

Penulis: Hendrawan Madjahia

Check Also

Komisi II DPRD Boltara Apresiasi Langkah Dinas Pertanian Jemput Bantuan Alsintan dari Kementan RI

Boltara – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mardan Umar, memberikan apresiasi …