ADVERTORIAL
LiputanBMR.com, Kotamobagu – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, perwakilan Sulut dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menggelar entry meeting sebagai bentuk awal memasuki proses audit interim tahap kedua, Rabu (07/02/2018).
Menariknya, dalam rapat tersebut, ketua tim BPK RI, Tutus Sulaeman mengungkapkan bahwa Kotamobagu dinilai menjadi daerah dengan sikap akomodatif terbaik se Sulut dalam pemeriksaan oleh BPK RI.
“Kami mengapresiasi sikap akomodatif dari Pemkot Kotamobagu dalam pemeriksaan yang telah kami lakukan pada audit interim tahap pertama. SKPD mempunyai respon yang sigap ketika kita membutuhkan data atau dokumen,” ungkap Tutus.
Tutus menjelaskan, dalam audit interim tahap kedua ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan seperti audit interim pertama pada akhir tahun 2017.
“Tidak terlalu banyak perubahan. Cuman ada tambahan beberapa poin pemeriksaan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara mengapresiasi penilaian dari BPK RI.
Menurutnya, itu merupakan penilaian objektif yang disampaikan BPK. “Karena kita di Kotamobagu bukan hanya membangun jalan atau lainnya, tetapi kita juga membentuk mental para ASN. Seperti penilaian dari BPK soal akomodatif saat pemeriksaan. Menurut saya itu penilaian yang sangat objektif,” ungkap walikota.
Walikota pun optimis, dalam pemeriksaan interim hingga audit rinci LKPD tahun 2017 akan berlangsung dengan lancar. Selain itu, target untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya bisa tercapai.
“Jajaran Pemkot mempunyai target agar kita bisa menciptakan rekor meraih opini WTP lima kali berturut-turut. Sebagaimana yang disampaikan saat penerimaan dana Rakca tahun lalu, jika lima kali berturut-turut, maka untuk menerima opini selanjutnya akan dilangsungkan di Istana Presiden,” pungkasnya.
(Lim/Win)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat



