Aray : Soal Pungli di Pasar 23 Maret Itu Fitnah, Retribusi Sudah Sesuai Perda

LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, menggelar konferensi pers soal dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Rabu (09/10/2019).

Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM), Dinas Satpol-PP dan Damkar, serta Dinas Perhubungan (Dishub).

Dalam konferensi pers, Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray, memberikan penjelasan di hadapan sejumlah awak media, bahwa menurutnya penarikan retribusi ke pedagang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017, tentang pelayanan retribusi pasar.

“Jadi, pungutan retribusi hanya kepada pedagang berjualan yang menggunakan fasilitas di area pasar. Dan sesuai Perda tagihan retribusi hanya 2000, itu untuk meja dan lapak permeter. Namun kemarin kami dapat informasi ada pungutan melebihi yang sudah diatur di Perda, katanya pedagang dipungut biaya retribusi sebesar Rp 150 ribu, saya perlu tekankan bahwa jelas ini tidak ada,” tegasnya.

Lanjut Aray, dengan menerima informasi yang berkembang tersebut pihaknya langsung turun ke lokasi, kemudian memberikan klarifikasi kepada para pedagang bahwa apakah benar hal itu dilakukan oleh pihak Dinas Pasar atau tidak demikian.

“Saya tanyakan kepada pedagang benarkah hal itu memang terjadi, ternyata itu hanya fitnah. Tetapi kalau memang benar, langsung lapor saja ke atasan sesuai oknum yang dilakukan oleh Dinas ini atau oknum ini yang melanggar Perda,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Satpol-PP dan Damkar, Sahaya Mokoginta, mengatakan telah beberapa kali pihaknya melakukan sosialisasi kepada pedagang agar tidak membayar pungutan kalau bukan petugas penagih retribusi yang memintanya.

“Kita selalu sosialisasikan terkait hal itu kepada mereka, jangan membayar retribusi kepada oknum yang tidak jelas, kecuali pemerintah. Jadi, kalau dikemudian hari pedagang merasa ditagih oleh oknum tertentu maka segerah melapor,” tuturnya.

(Febri)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*