Ahmad Yani : Tidak Benar Penderita Gizi Buruk di Kotamobagu Sampai 100 Orang

LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Terkait adanya jumlah penderita Stunting atau Gizi Buruk di Kotamobagu yang disebutkan dari Kemetrian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 100 orang, tidak dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, Ahmad Yani Umar.

Menurutnya, ada pun penderita stunting di Kotamobagu namun jumlahnya tidak sebanyak demikian.

“Jumlahnya tidak sebanyak itu, tidak sebanyak yang dirilis oleh Kemenkes, kasus gizi buruk di Kotamobagu belum begitu menonjol,” ujar Yani.

Lanjut Yani, jumlah yang disebutkan ini berdasarkan data dari Kemenkes saat Dinkes Kotamobagu melakukan pertemuan dan mempertanyakan jumlah penderita stunting di Kotamobagu.

“Disebutkan oleh Kemenkes mencapai 100, itu tidak benar, busung lapar saja hanya dua kasus. Orang pendek saja belum tentu gizinya kurang,” katanya.

Sedangkan stunting itu masalah gizi kronis karena asupan gizinya yang kurang. Sebab, asupan makanan yang dikonsumsi tidak sesuai kebutuhan gizi dan akan mengalami kondisi dalam waktu lama.

“Masalah ini terjadi mulai masih dalam kandungan, mulai nampak ketika anak berusia 2 tahun. Nah, resiko lain diantaranya otak tumbuh tidak maksimal, kemampuan mental dan belajar kurang, prestasi di sekolah buruk. Maka masalah ini perlu dukungan orang tua untuk mengatasi agar meperhatikan asupan gizi anak sejak masih dalam kandungan,” terangnya.

Yani menambahkan, meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan telah memerintahkan tim dari Dinkes untuk melakukan pendataan di lapangan, imbunya.

(Febri)

Check Also

Komisi II DPRD Boltara Apresiasi Langkah Dinas Pertanian Jemput Bantuan Alsintan dari Kementan RI

Boltara – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mardan Umar, memberikan apresiasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *