LiputanBMR.com, KOTAMOBAGU – Komoditas pertanian di Kotamobagu kini tidak hanya menjadi produk unggulan di pasar tradisional daerah sendiri, pasar Nasional pun menjadi tempat persaingan produk hasil tani dari Kotamobagu.
Berangkat dari hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pertanian mendorong penuh para petani untuk mengembangkan produk tani.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kotamobagu, Ramjan Mokoginta, pengembangan kawasan Claster pertanian organik perlu dilakukan, agar lebih meningkatkan komoditas produk pertanian di Kotamobagu.
“2020 mendatang kita akan kembangkan kawasan pertanian organik, selain kopi arabika organik di Poyowa Besar, di Kotamobagu Barat juga ada Nenas dan Kakao akan dikembangkan Claster kawasan organik, kemudian ada Aren di Moyag Kotamobagu Timur, itu juga perlu diterapkan kawasan pertanian organik,” ujar Ramjan, Rabu (13/11/2019).
Sebab, kata Ramjan, produk di unggulan di Kotamobagu tidak kalah bersaing dengan daerah lain di indonesia, “tiga produk kita sudah dikenal sampai di luar negri, yakni Nenas, Kopi dan Kakao,” ujarnya.
Kata dia lagi, nantinya program ini akan dilaksanakan dengan sistem keroyokan bersama Dinas terkait, yaitu untuk pekerjaan jalan ditangani Dinas PU, Dinas Perdagangan membantu promosi dan begitu pun Dinas lainnya. Untuk anggaran pihaknya akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat dan Provinsi, “anggaran itu untuk menunjang program ini, dan pengembangan kawasan organik akan dilakukan selama 5 tahun,” tuturnya.
(Febri)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
