LIPUTANBMR.COM, BOLTIM– Dinas Kesehatan (Dinkes), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menunjang kesehatan masyarakat, diantaranya intervensi spesifik dan intervensi sensitif sebagai langkah konkrit dalam penanggulangan stunting.
“Langkah konkrit dalam penanggulangan stunting mulai dari 1000 hari pertama kehidupan atau HPK serta optimalisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mempercepat akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ungkap Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi, Selasa 26 Oktober 2021.
Disebutkannya, pelaksanaan aksi konvergensi stunting dilakukan melalui pelaksanaan sejumlah aksi. Yakni analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data serta melakukan review kinerja pelaksanaan program kegiatan.
“Nah saat ini pemerintah daerah sementara menjalankan sejumlah aksi. Diantaranya, pendataan yang terdiri dari pengukuran dan penimbangan serta publikasi, setelah sebelumnya telah selesai melaksanakan sistem manajemen data,” terangnya.
Eko menambahkan, berbagai kemajuan bidang kesehatan di Kabupaten Boltim selama ini, tidak terlepas dari peran berbagai pihak.
“Termasuk peran serta lintas sektor dalam upaya penurunan stunting,”pungkasnya.(Hendrawan)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
