Ketua DPC PDIP Boltim Kecam Pernyataan Sikap Pengurus Soal Keterpihakan Calon

LiputanBMR.com, BOlTIM– Pernyataan dukungan terhadap salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati yang mengatasnamakan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bolmong Timur (Boltim) lewat pemberitaan media online terbantahkan.

Hal ini disikapi tegas Ketua DPC PDIP Boltim, Meidy Lensun, ST yang geram mendengar adanya isu tersebut. Meidy sendiri berpendapat, ditetapkan pengusungan calon oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan masih berproses menunggu rekomendasi Surat Keputusan (SK) Balon dari partai berlogo banteng tersebut.

“Itu hanya pernyataan sikap pribadi, bukanlah partai. Saya sudah menegur struktural partai yang bersikap tidak profesional. Sampai saat ini soal SK masih menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan,” ungkap Meidy menjelaskan.

Pun demikian, ia membenarkan adanya teguran terkait kabar tak profeisoanal itu, dengan meminta klarifikasi dalam undangan rapat pengurus di Kantor DPC. “Iya saya mengundang rapat dikantor DPC dan meminta klarifikasi terkait pernyataan sikap tersebut. Saya jelaskan bahwa, partai punya mekanisme sesuai AD/ART partai dan Skep. Pengurus partai harus tunduk Pada aturan partai, tidak boleh mengatur partai,” bebernya Tegas.

Tanggapan senada juga ditegaskan Sekertaris DPC PDIP, Wilken Rareho. Menurutnya, PDI Perjuangan adalah Partai Besar dan Partai Moderen, yang mendapat sertifikat ISO, “Tidak ada sikap resmi yang dikeluarkan oleh struktur partai, berkaitan dengan dukungan kepada bakal calon yang mendaftar di PDI Perjuangan,” cetusnya.

Wilken memaparkan, sampai saat ini Pengurus PDIP Boltim, mulai dari tingkat DPC sampai pengurus anak Ranting, tegak lurus, satu komando dibawah kepemimpinan Ketua Meidy Lensun, ST. “Kami masih menunggu SK DPP PDI Perjuangan yang di tandatangani Ibu Ketua Umum, tentang Bakal Calon yang akan di usung,” ujarnya.

Ditambahkanya, semua yang mendaftar di PDIP mempunyai kesempatan yang sama diantarnanya, Amalia Landjar, Oskar Manoppo, Suhendro Baroma, dr. Jusnan dan Ibu Sumardia Modeong, “Tinggal menunggu siapa yang akan diputuskan oleh DPP. Saya rasa, mari kita sama – sama menghargai proses yang sedang berjalan d internal partai PDIP,” imbuhnya.

Lanjutnya, semua pengurus mulai dari DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting, diminta untuk tidak gegabah mengambil sikap. Karena konsekuensinya jelas sesuai dengan AD/RT Partai. Sebaliknya, jika ada yang tidak tegak lurus atau membelok dalam hal ini tidak mematuhi perintah partai maka sanksinya diberhentikan dari pengurus partai.

“Dengan harapan, Pilkada berjalan dengan Aman, Tertib dan lancar. Untuk itu, mari kita semua suguhkan pendidikan politik yang adem, yang mendidik, jangan sampe ada HOAX atau kampanye – kampanye hitam yang menurut saya mencederai Pesta Demokrasi,” tutup Wilken. (R)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*