LiputanBMR, Boltim – Masih banyaknya jumlah masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan khususnya yang belum memperoleh rumah layak huni dikabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mejadi perhatian serius Pemerintah untuk menjadi target capaian dalam penuntasan kemiskinan sebagaimana konsep Bupati Sehan S. Lanjar, SH dan Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit.
Bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari dana (APBD), sudah berjalan dan sudah berapa titik yang telah selesai, diantaranya di Desa Togid 30 unit dengan target 300 [RTLH} untuk alokasi anggaran 2016 sudah 120 RTLH yang terealisasi bagi warga kurang mampu di sejumlah Wilayah Boltim.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Boltim, Saiful Umbola saat bersua dengan wartawan LiputanBMR.com dirumah kopi korot, senin (12/12) malam tadi. Dia megatakan bahwa, pihaknya (Dinsos) disamping adanya bantuan-bantuan darurat seperti bencana alam dan sosial, tahun depan kita berupaya menuntaskan kemiskinan melalui sejumlah program, diantaranya pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga kurang mampu.
“RTLH adalah priyoritas di boltim karna dinilai mampu mengurangi sekaligus menuntaskan kemiskinan dengan target penyelesaian 300 unit, dan yang selesai sudah 120 rumah, dan sisahnya diselesaikan tahun depan dengan sumber dana APBD senilai 4,5 miliar, dan untuk per unitnya 15 juta,” terang Umbola.
Hal ini juga bertujuan, guna menuntaskan kemiskinan, “Saya optimis untuk 2019 nanti, angka kemiskinan di Boltim akan bisa dituntaskan dan di barengi dengan berbagai bentuk bantuan yang direalisasikan demi kesejahteraan warga bolim,” Pungkasnya.
Peliput: Mulayadi Sugeha
Redaktur: R_Th
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
