Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto

Dihadiri Unsur Kemenkes RI, Boltim Daerah Pertama di Sulut Gelar Vaksinasi Massal

LIPUTANBMR.COM, BOLTIM— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas kesehatan (Dinkes), menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat lanjut usia (Lansia) serta profesi pelayan publik, Sabtu 10 April 2021.

Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Pratama Desa Sumber Rejo ini turut dihadiri unsur Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam hal ini Kepala Litbangkes Wilayah Timur, Roy G. A. Massie MPH Phd, beserta tim masing-masing Tenaga Ahli MUI PBNU Pusat sekaligus anggota Tim Komisi IX Kemenkes RI DR Muhammad Makky Zamzam, Sekretaris Dewan Masjid Indonesia dr. Ivan Rovian MKP serta Staf Ahli Wapres Budi Riyanto.

Kepala Litbangkes Kemenkes RI Wilayah Timur, Roy G. A. Massie MPH Phd, bersama tim saat tiba di lokasi pelaksanaan vaksinasi massal

Tiba di lokasi kegiatan, tim disambut Bupati Sam Sachrul Mamonto bersama Wakil Bupati Oskar Manoppo, Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, Wakil DPRD Boltim Medi Lensun, Sekda Boltim serta para Asisten di jajaran Pemkab Boltim.

Dalam penyampaiannya Bupati mengaku bangga dengan kehadiran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam kaitannya dengan peningkatam mutu pelayan kesehatan di daerah yang saat ini dipimpinnya bersama Wakil Bupati Oskar Manoppo.

Bupati Sam Sachrul Mamonto saat menyampaikan sambutan

“Kami bangga mendatangkan orang besar seperti ini, dan yang paling membanggakan lagi hari ini Boltim merupakan daerah pertama di Sulut yang menyelenggarakan vaksinasi massal dan dihadiri langsung orang-orang hebat dari Kementerian,” ucap Bupati.

Melalui kesempatan ini pula, dihadapan Kepala Litbang Kemenkes RI Wilayah Timur, Bupati memaparkan tentang kondisi RSUD Pratama Boltim, baik dari segi kesiapan fisik dan peralatan maupun sumber daya manusia (SDM) pendukung.

Bupati dan Wakil Bupati saat mendampingi Tim Kemenkes RI meninjau Gedung RSUD Pratama Boltim.

“Kami daerah pemekaran 10 tahun lalu, dan saat ini kondisi rumah sakit masih sangat memprihatinkan. Sementara di 2021 ini anggaran pembangunan kami yang berasal dari DAU sebesar 25 Miliar digeser untuk penanggulangan Covid. Sehingga berharap adanya bantuan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk penyelesaian rumah sakit ini,” ujarnya.

Terkait vaksinasi, Bupati menilai animo masyarakat Boltim sudah cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan vaksinasi yang digelar sejak pagi tadi, dihadiri seribu lebih masyarakat Boltim lebih khusus para lansia dan pelayanan publik.

Foto bersama usai kegiatan

“Ketika siap divaksin, berarti kita sadar bahwa tidak ingin tertular dan tidak ingin menulari. Animo masyarakat boltim hari ini sangat tinggi, dari pagi hingga sekarang sudah ada seribu lebih yang divaksin, tandanya kita tidak takut lagi divaksin,” tutur Bupati.

Lanjut Bupati menambahkan, “Kita juga belum tahu kapan pandemi berakhir. Pandemi bukan hanya menyerang kesehatan secara global tapi juga memporak-porandakan sendi perekonomian dan itu terasa sampai di desa. Dimana, delapan persen anggaran desa harus digeser untuk untuk penanganan covid. Olehnya saya dan pak wabup juga berharap porses vaksinasi ini akan berjalan dengan aman dan sukes, karena saya sendiri sudah divaksin tadi dan tidak merasa gejala apa-apa,” tandasnya.

Kepala Litbangkes Kemenkes RI Wilayah Timur, Roy G. A. Massie MPH Phd, saat menyampaikan sambutan

Di tempat yang sama, Kepala Litbang Kemenkes RI dr Roy G. A. Massie dalam sambutannya mengatakan, untuk tahap awal vaksinasi massal baru sebatas menyasar para lansia, sedangkan produktif masih menunggu jadwal giliran. “Saat ini penyuntikan vaksin fase pertama bagi lansia di Kabupaten Boltim merupakan yang pertama di Sulut. Luar biasa, ini semua tentunya tidak lepas dari peran dan inisiatif dari pak Bupati dan pak Wabup,” kata Roy.

Menurutnya, selain mempromosikan tentang bagaimana proses vaksinasi yang seharusnya, kunjungan tersebut juga dalam rangka melihat langsung profil kesehatan di Kabupaten Boltim. “Baik dari infrastruktur rumah sakit, SDM, peralatan hingga puskesmas yang menjadi ujung tombak di wilayah,” tandasnya.

Proses dan tahapan vaksinasi tengah berlangsung

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim, Eko Marsidi dalam keterangannya menyampaikan, komitmen yang terbangun antara Kemenkes RI dan Pemkab Boltim yakni peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Termasuk di dalamnya upaya bersama dalam penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Boltim yang nantinya kemenkes akan membantu memaksimalkan fungsi RSUD Pratama Boltim lewat peningkatan sarana dan prasarana,” ungkap Eko seraya menambahkan, prencanaan pengembangan RSUD Pratama kedepan juga bakal diarahkan menjadi Hospital Tourism.(Adv/Wan)

Bagikan Berita ini

Komentar Facebook

Komentar