Bupati Sam Sachrul Mamonto menerima kunjungan silaturahmi UPT BP2MI Manado

Bahas Peluang Kerja Ke Jepang, Bupati Sachrul Terima Kunjungan BP2MI Manado

LIPUTANBMR.COM, BOLTIM– Bertempat di ruang kerjanya, Bupati Sam Sachrul Mamonto menerima kunjungan silaturahmi UPT BP2MI Manado yang dipimpin langsung Hendra Makalalag,  Kamis 8 April 2021.

Menurut bupati dalam pertemuan tersebut, pihak UPT BP2MI Manado menawarkan kerjasama terkait peluang kerja ke luar negeri bagi anak daerah khususnya ke Jepang.

“Mereka menawarkan kerjasama guna melatih dan membekali anak daerah untuk bekerja di jepang. Namun dalam hal ini ada konsekuensi anggaran, sementara saat ini kita sedang melakukan refocusing, jadi kita bersabar dulu karena itu program yang baik, sehingga mungkin nanti kita programkan lagi. Pada intinya pemda sangat menyambut baik hal ini,” kata bupati.

Sementara itu, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag mengatakan, dalam agenda pertemuan dengan bupati tersebut, pihaknya memaparkan peluang kerja ke Jepang sebagai perawat dan perawat lansia melalui program G to G dan Specified Skilled Worker (SSW) yang kini dibuka dan bisa dimanfaatkan oleh putra daerah Boltim.

Selain itu, dirinya juga mensosialisasikan perihal tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah yang tercantum dalam UU Nomor 18 tahun 2017 tentang pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Peluang kerja ke Jepang ini sepatutnya dimanfaatkan oleh putra daerah karena dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Boltim sekaligus membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui remitansi yang akan dikirimkan oleh para pekerja ini nanti,” kata Hendra.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan, untuk menjadi calon pekerja migran ke Jepang, harus memenuhi sejumlah persyaratan utama. “Diantaranya usia minimal 18 tahun, pendidikan minimal SMA atau SMK, wajib memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4 serta memiliki skill care worker atau perawat lansia,” sebutnya.

Menurutnya, saat ini di Sulut sendiri sudah ada beberapa lembaga yang bisa memfasilitasi pendidikan maupun pelatihan bahasa dan skill ini, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Olehnya kami mengadakan dialog dengan Bupati Boltim agar dapat memfasilitasi pelatihan dan pendidikan bagi calon pekerja asal daerahnya sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU nomor 18 tahun 2017,” tandasnya.(Wan)

Bagikan Berita ini

Komentar Facebook

Komentar