Isu Make Up Paskibraka Boltara 2026 Terjawab, Orang Tua Akui Pilih Perias dari Luar atas Izin PPI

BOLTARA – Polemik terkait tata rias anggota Paskibraka Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) 2026 akhirnya mendapat penjelasan dari pihak orang tua maupun pemerintah daerah. Salah satu orang tua Paskibraka, Mia Talibo, menegaskan bahwa keputusan menggunakan jasa penata rias dari luar dilakukan atas izin pihak PPI Boltara.

Mia Talibo, orang tua dari Rayya Shaheerah Basalamah, anggota Paskibraka Boltara 2026, mengatakan keputusan tersebut bermula saat putrinya menanyakan langsung kepada Ketua PPI Boltara, Noris Tumuhu, terkait kemungkinan menggunakan penata rias dari luar.

Menurut Mia, saat persemayaman, Rayya meminta izin apakah dirinya diperbolehkan menggunakan jasa penata rias sendiri. Pertanyaan tersebut, kata dia, mendapat persetujuan dari Ketua PPI dengan catatan biaya ditanggung sendiri.

“Awalnya saat persemayaman Rayya menanyakan ke Ketua PPI Boltara Noris Tumuhu, bisa tidak memakai penata rias dari luar. Jawaban dari Noris bisa, tapi bayar sendiri. Nah, dengan atas izin tersebut saya memakai penata rias sendiri dan tidak ada cerita dan embel-embel yang lain,” jelas Mia saat dikonfirmasi media ini, Jumat (21/8/26).

Mia menegaskan, penggunaan jasa make up dari luar merupakan pilihan pribadi sebagai orang tua yang ingin memberikan penampilan terbaik bagi anaknya selama menjalankan tugas sebagai Paskibraka.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boltara, Abdul Hais Hassan, memberikan penjelasan mengenai fasilitas tata rias yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Abdul Hais mengatakan, pihaknya telah menyediakan vendor penata rias dengan anggaran sebesar Rp16,5 juta. Anggaran tersebut sudah mencakup kebutuhan pangkas rambut serta layanan tata rias sebanyak empat kali selama rangkaian kegiatan Paskibraka.

“Kalau merujuk ke DPA dan SSH, sebenarnya satu kali make up hanya dianggarkan Rp250 ribu per orang, dan ini sudah melebihi volume,” ungkap Abdul Hais.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak pernah membatasi selera maupun pilihan orang tua apabila menginginkan anak mereka menggunakan jasa penata rias dari luar agar tampil lebih maksimal.

“Kami tentu tidak membatasi selera dari orang tua yang ingin anaknya tampil lebih maksimal dan terlihat cantik,” katanya.

Namun demikian, Abdul Hais kembali meluruskan isu yang berkembang terkait dugaan adanya permintaan kepada orang tua anggota Paskibraka untuk menyediakan biaya make up secara pribadi.

“Jadi sekali lagi, pihaknya sama sekali tidak memungut atau meminta agar orang tua menyediakan uang untuk make up. Kami sudah menyediakan sesuai dengan protap dan anggaran,” tegasnya.

Penjelasan dari kedua pihak tersebut, isu mengenai tata rias Paskibraka Boltara 2026 diharapkan tidak lagi berkembang menjadi persepsi yang keliru. Pemerintah daerah menyatakan fasilitas tata rias telah disiapkan sesuai ketentuan dan anggaran, sementara penggunaan jasa dari luar merupakan pilihan pribadi orang tua berdasarkan izin yang diberikan.

(rp)

Check Also

Tabela Dongkrak Produktivitas, Sirajudin Tinjau Langsung Panen Raya Padi IPB 15S di Gihang

Boltara – Keberhasilan petani Desa Gihang menerapkan Sistem Tanam Tabela (Tabur Benih Langsung) menjadi sorotan …