BOLMUT, LIPUTANBMR.COM – Baru-baru ini Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) digemparkan dengan sosok perempuan millenial berusia 20 tahun yang merilis dua maha karyanya, yakni berupa novel.
Diantara karya tersebut adalah Novel dengan judul Seribu Lima Ratus Dua Puluh Sembilan dan Novel Sejarah dengan judul Memori KPMIBU.
Alin sapaan akrabnya, perempuan yang lahir dari kelurga sederhana ini mampu menulis buku dalam waktu singktat.
Mahasiswi semester enam yang menempuh pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo itu sampai harus menjual sejumlah koleksi bukunya, demi menyelesaikan penerbitan dua buku novelnya.

Kepada reporter media ini, Alin sapaan akrabnya mengatakan jika, kedua buku tersebut ditulisnya selama satu bulan, dan dalam waktu bersamaan.
“Menulis buku dalam satu bulan itu bukan hal yang mudah, saya harus rela tidur larut malam, terlambat makan bahkan jarang mandi untuk menyusun naskah ini”, terangnya
Setelah naskah rampung, dirinya harus memutar otak untuk penerbitan kedua buku tersebut.
“Karena tak punya uang, dan hanya modal semangat, maka saya terpaksa menjual beberapa koleksi buku saya untuk membayar biaya penerbitan buku, bahkan harus menunggak biaya kos demi suksesnya kedua novel ini”, ungkapnya
Dikabarkan, buku karya Alin yang juga kader HMI itu mendapat apresisasi dari sejumlah pihak, diantaranya DPRD Bolmut. Salah satunya Budi Setiawan Kohongia, Anggota Legislatif dari Partai Gerindra, turut memberi apresiasi terhadap Alin Pangalima.
Diketahui, Alin Pangalima ini tergabung dalam komunitas literasi Sampul Belakang dan Forum Lingkar Pena.
Kini, bukunya banyak diminati para pembaca novel, termasuk para kader Kerukunan Pelajar Mahasiswa Bolaang Mongondow Utara (KPIMBU) yang tertarik mengetahui tentang memori KPMIBU. [CnD]
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
