Perayaan Dharma Santi: Mempererat Kerukunan Antar Umat Beragama di Bolmong

LIPUTANBMR.COM,BOLMONG—Perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 di Desa Werdhi Agung pada tanggal 14 April 2024 tidak hanya menjadi momen keagamaan bagi umat Hindu di Kabupaten Bolaang Mongondow tetapi juga merupakan bukti konkret dari semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang kental di wilayah tersebut. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan komunitas lintas agama, yang menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan antar umat beragama.

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj.) Bupati Bol-Mong, yang mewakili pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi dan umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Ucapan tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan penghargaan terhadap keragaman agama yang ada di masyarakat.

Pj. Bupati juga menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai spiritual dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Dia menegaskan bahwa perayaan Dharma Santi bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat hubungan sosial dan memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Acara Dharma Santi tahun ini diatur oleh Parisade Hindu Dharma Kabupaten Bolaang Mongondow, yang telah lama menjadi salah satu pemangku kepentingan utama dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut. Melalui kegiatan seperti ini, Parisade Hindu Dharma berusaha untuk memperkuat identitas keagamaan umat Hindu sekaligus membangun jembatan ke arah pemahaman dan penghargaan yang lebih dalam terhadap keberagaman agama.

Tema perayaan Dharma Santi tahun ini, “Sat Cit Ananda untuk Indonesia Maju”, dengan sub tema “Melalui Pelaksanaan Catur Brata Penyepian, Kita Tingkatkan Kesadaran untuk Menjalankan Kebahagiaan Tertinggi”, memiliki makna yang mendalam. Tema tersebut mengajak semua pihak, tidak hanya umat Hindu tetapi juga seluruh masyarakat, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebahagiaan dan harmoni dalam menjalani kehidupan.

Dalam konteks pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow yang akan datang, tema tersebut menjadi semakin relevan. Proses demokrasi memang seringkali menjadi ajang ketegangan dan polarisasi, namun perayaan Dharma Santi tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi, terutama dalam suasana politik yang tegang.

Diharapkan, semangat kerukunan dan toleransi yang ditunjukkan dalam perayaan Dharma Santi ini akan menjadi landasan yang kokoh bagi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow dalam menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, semoga acara tersebut juga dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia untuk membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, di mana semua warga, tanpa memandang agama atau kepercayaan, dapat hidup berdampingan dalam kedamaian dan saling menghormati.

Komitmen untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama bukanlah tugas yang mudah, namun dengan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemimpin agama, dan masyarakat sipil, hal tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin. Kabupaten Bolaang Mongondow telah memberikan contoh yang baik dalam hal ini, dan diharapkan bahwa semangat tersebut akan terus menginspirasi dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berkembang, penting bagi kita untuk tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan semangat kerukunan harus tetap dijaga dan diperkuat, sehingga Indonesia dapat terus menjadi bangsa yang beragam tetapi bersatu, damai, dan maju bersama. Semoga perayaan Dharma Santi dan semangat toleransi yang terus berkembang di Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi bagian dari perjalanan panjang kita menuju masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan beradab.

Di akhir acara, berbagai pejabat dan tokoh masyarakat hadir, termasuk anggota DPRD, perwakilan Parisade Hindu Dharma, pemimpin agama lainnya, serta tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai lapisan. Kehadiran mereka menambah makna dan keberagaman dalam perayaan tersebut, serta menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Bolaang Mongondow.(*)

Check Also

Kepemimpinan Limi Mokodompit Antarkan Bolmong ke Zona Hijau Pelayanan Publik

LIPUTANBMR.COM, Bolmong — Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) telah mencatat sejarah baru dalam pelayanan publik. Pada …