Walikota Weny Gaib dan Ketua TP-PKK Serahkan Bantuan untuk Atasi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Kotamobagu

KOTAMOBAGU, LiputanBMR.com,–Dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Kota Kotamobagu, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., menyalurkan bantuan kepada balita penderita stunting dan masyarakat miskin ekstrem di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (09/10).

Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata pemerintah untuk menuntaskan dua persoalan penting, yaitu kemiskinan dan stunting, khususnya di wilayah Kotamobagu Utara.

Berdasarkan laporan Lurah Upai, Yahya Datuela, tercatat sebanyak 14 anak di kelurahan tersebut mengalami stunting, angka yang tergolong tinggi dibandingkan dengan desa atau kelurahan lainnya di Kota Kotamobagu. “Karena itu, pemerintah harus memastikan bagaimana menurunkan angka stunting di wilayah ini,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai dari pemahaman tentang penyebab dan waktu terjadinya. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang membuat perkembangan anak lebih lambat dari normal. Jika pertumbuhan anak tidak sesuai usianya, kita perlu segera mencari tahu penyebabnya,” jelas Weny.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sebelum masa kehamilan. Calon ibu harus memperhatikan kecukupan gizi sejak sebelum mengandung, rutin memeriksakan kesehatan, dan menjaga pola makan bergizi selama masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

“Kita harus memperhatikan asupan gizi anak agar tumbuh sehat dan dapat beraktivitas normal, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” kata dokter spesialis mata itu.

Ia menambahkan, anak-anak yang tumbuh sehat akan mampu belajar dengan baik dan memiliki peluang besar untuk meraih cita-cita. Sebaliknya, stunting bukan hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.

“Kalau ingin anak-anak kita tumbuh cerdas dan sehat, maka perhatikan gizi sejak proses awal kehidupan, bahkan sebelum pembuahan. Gizi ibu harus terpenuhi agar anak yang dilahirkan bebas dari risiko stunting,” tegas Wali Kota.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemberian asupan gizi cukup setelah anak lahir. “Ibu-ibu harus memahami ini agar kita bisa mencetak generasi sehat dan kuat, yang kelak akan menjadi penerus memimpin daerah ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota bersama Ketua TP-PKK menyerahkan bantuan kepada 14 anak penderita stunting dan 35 warga kategori miskin ekstrem di Kelurahan Upai.

Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa satu bak telur isi 30 butir, dua kilogram kacang hijau, satu kaleng biskuit 1.150 gram, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir, satu dus susu bubuk 390 gram, serta khusus bagi anak stunting mendapatkan tambahan vitamin dan beras 10 kilogram.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan serentak di empat kecamatan di Kota Kotamobagu berdasarkan data Bappelitbangda dan Dinas Sosial, yang mencakup 1.266 kelompok masyarakat miskin ekstrem serta 84 anak penderita stunting hasil validasi Dinas Kesehatan dari total 107 kasus terdata sebelumnya.

(Advetorial)

 

Check Also

Sinergi Pemda–ABPEDNAS Diperkuat, Wabup Deddy Dorong Desa Bersih dan Akuntabel

Liputanbmr.com.Bolsel-Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid mengikuti agenda pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan …