LiputanBMR.com, Kotamobagu – Program Pemerintah Kota (Pemkot), guna menjadikan wilayah Kota Kotamobagu menjadi Kota Sehat dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), terus direalisasikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kawasan kumuh dan masih memiliki volume sampah yang tinggi, disulap menjadi objek wisata hingga seni (kampung warna-warni).
Di Mimosa misalnya. Wilayah ini, diketahui sering mengalami banjir diakibatkan sampah yang begitu banyak. Lokasi yang berada di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat ini, mulai ramai dikunjungi masyarakat untuk berfoto.
Bagaimana tidak, lokasi pemukiman warga ini dibuat cantik dengan lukisan lambang toleransi umat beragama, tokoh sejarah Bolmong, hingga ikon Kotamobagu, serta dipasang pernak pernik tradisional.
“Kami warga Bolmut yang melihat foto lokasi ini, singgah untuk berfoto. Suasananya keren dan kekinian. Meski lokasi kecil tapi kami puas berfoto disini,” ujar Pingkan Warga Bolmut.
Wali Kota, Ir Hj Tatong Bara mengatakan, dengan konsep yang telah dikembangkan sejak tahun 2017 ini, dapat mampu menekan angka kematian ibu dan anak serta sebagai indikator pembangunan infrastruktur menjadi wilayah yang sehat dan bebas sampah.
“Ada delapan titik saat ini yang kami targetkan untuk menjadi lokasi kawasan tanpa kumuh. Ini tidak lepas dari peran pemerintah setempat dan khususnya masyarakat Kotamobagu yang sadar akan kebersihan lingkungan,” kata Tatong Bara, usai meresmikan kampung tersebut, Rabu (03/01/2018).
Tatong menambahkan, dengan metode tersebut, Kotamobagu akan mampu menjadi Kota yang maju dan mandiri.
“Sehat Kotaku, sehat masyarakatku, sehat kita semua. Terima kasih buat masyarakat yang telah bersama membangun dan menjadikan daerah ini semakin baik dan maju,” pungkasnya.
(Lim/Win)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
