LIPUTANBMR.COM, KOTAMOBAGU— Peluang kerja ke luar negeri bagi warga masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan Sulawesi Utara pada umumnya, terus disosialisasikan pihak UPT BP2MI Manado dalam berbagai kesempatan.
Bertempat di Cafe Bogani Kotamobagu, Rabu 10 Februari lalu, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Toku Makalalag bersama Jayadi Global Education Center (JGEC) Manado sebagai organisasi pendukung pendaftaran program Specified Skill Worker (SSW) ke Jepang, memberikan materi mengenai prosedur penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri dan materi mengenai peluang kerja sebagai Care Worker di Jepang bagi 30 peserta.
Dalam kesempatan sosialisasi kali ini, pihak JGEC mengaku akan memfasilitasi kelas pelatihan bahasa dan skill dengan membuka kelas pelatihan langsung di Kota Kotamobagu.
Sementara itu, menurut Hendra, animo masyarakat Kota Kotamobagu untuk bekerja ke Jepang cukup tinggi. “Sosialisasi intens kami lakukan, sehingga hari ini sudah 30 orang yang mendaftar, untuk itu pihak JGEC akan membuka kelas pelatihannya di Kota Kotamobagu. Ini semua adalah kemudahan yang diupayakan oleh BP2MI untuk kepentingan calon pekerja migran,” kata Hendra.
Lanjutnya, masyarakat tidak perlu meragukan keabsahan peluang kerja ke Jepang, karena hal ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia.
“Ada sekitar 345.150 lowongan yang dibuka untuk 14 sektor pekerjaan yang dibagi di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Namun yang diutamakan untuk saat ini Care Worker atau perawat lansia. Pendaftarannya pun harus melalui lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia, jadi peluang ini sangat resmi,” tandasnya.(*/Hendrawan)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
