LIPUTANBMR.COM,Bolmong (24/04) – “Di mana ada gula, disitu ada semut,” demikian pepatah yang dipegang teguh oleh Sangadi (Kepala Desa) Poigar Satu, Rubianto Mokodongan, dalam menghadapi tudingan terkait dugaan memberikan suap kepada LSM dan sejumlah oknum wartawan.
Dalam klarifikasi yang disampaikannya melalui pesan WhatsApp, Rubianto dengan tegas menolak tuduhan yang dinilainya tidak berdasar dan merugikan. Ia menegaskan, “Saya tidak pernah memberikan suap kepada siapapun.”
Rubianto menyoroti bahwa tudingan tersebut muncul dari kesalahpahaman atas keterbukaannya dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk LSM dan wartawan. Ia menjelaskan bahwa sebagai seorang pejabat publik, ia senantiasa terbuka kepada siapapun, terlebih lagi pada momen lebaran yang baru saja berlalu, di mana ia membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk menyambut siapa saja yang ingin bersilaturahmi.
“Saya selalu terbuka kepada siapapun. Apalagi di hari raya, tidak mungkin saya menutup diri untuk masyarakat, LSM, ataupun wartawan yang merupakan mitra pemerintah,” tegasnya.
Rubianto menyayangkan bahwa tudingan itu dilayangkan tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu, yang berdampak negatif pada reputasinya. Namun, ia menegaskan bahwa ia tidak menyimpan dendam, melainkan menganggapnya sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa Poigar Satu.
Lebih lanjut, Rubianto menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi kepada siapa pun yang memerlukannya. “Jika memang ada bukti yang menunjukkan sebaliknya, silahkan tunjukkan. Kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah,” tandasnya.
Berita ini diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat serta memberikan kesempatan bagi Rubianto untuk menyampaikan klarifikasi yang diperlukan. (Salman)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
