Pelaksanaan Idul Fitri Ditengah Pandemi, Pemkot Gelar Rapat Bersama Forkopimda

Suasana rapat tengah berlangsung

LIPUTANBMR.COM, KOTAMOBAGU— Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan rapat terkait pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 di wilayah Kota Kotamobagu.

Kegiatan yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu ini dihadiri, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan SH, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, Ketua DPRD Meiddy Makalalag ST, Sekda Ir Sande Dodo MT, para Asisten serta pimpinan OPD lingup Pemkot Kotamobagu, Jumat 7 Mei 2021.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Tatong Bara menyampaikan sejumlah hal terkait dengan persiapan menjelang Idul Fitri yang akan dirayakan uat muslim tinggal sepekan ini.

“Urgent yang dibahas saat ini adalah status kota kita mengingat pelaksanaan idul fitri sudah harus membutuhkan persiapan. Kalau masih dalam zona orange berarti kita tidak bisa melaksanakan shalat ied berjamaah di masjid maupun di lapangan. Namun sesuai pernyataan kepala dinas kesehatan tadi akan turun ke zona kuning tinggal menunggu release resmi yang akan dikeluarkan, itu artinya pelaksanaan shalat berjamaah bisa dilaksanakan namun dengan protokol kesehatan secara ketat,” kata Tatong.

Karena status zonasi ini lanjut Tatong, akan dipantau secara nasional baik di tingkat pusat maupun provinsi. “Jika melanggar ada finalti, karena ini perintah undang-undang, apalagi mengenai Covid-19 yang begitu ketat akhir ini,” ujarnya.

Di sisi lain, dalam hal pelaksanaan idul fitri dirinya juga meminta dinas terkait agar memantau pasokan bahan pokok yang menjadi kebutuhan warga menjelang idul fitri agar selalu terjaga.

“Jika terjadi kekurangan pasokan berarti akan mengakibatkan stabilitas harga yang akan melonjak naik dan itu akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, kepada Disdagkop dan Pol PP saya minta ini dikontrol,” ucapnya.

Diambahkannya, rapat yang digelar ini masih akan dibahas secara rinci karena banyak hal yang masih akan dibicarakan bersama Forkopimda.

“Termasuk peniadaan mudik, penimbunan logistik, soal transportasi serta peniadaan pasar senggol. Dimana dalam hal ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak terutama peran Forkopimda yang hadir pada rapat hari ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Tanty Korompot dalam pemaparannya mengatakan, bahwa kondisi Covid-19 di Kota Kotamobagu kemarin masih dalam zona kuning, tapi karena adanya hasil swab di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotamobagu sehingga membuat zona kembali ke orange karena terjadi angka signifikan dari jumlah pasien positif di Kotamobagu.

“Kalau kita melihat saat ini memang 109 jumlah kasus aktif. Tapi data hasil swab di laboratorium provinsi itu belum di release, kemungkinan besok atau lusa. Jumlah orang yang diswab sebanyak 103 orang. Hasil yang keluar baru 100 orang, 1 orang masih dinyatakan positif, sementara  99 orang negatif. Jadi kalau jumlah 109 jumlah kasus saat ini dikurangi hasil swab negatif 99 orang hasilnya tinggal 10 kasus. Dan hasil ini insyaallah besok atau lusa sudah direlease agar kita sudah bisa kembali melakukan aktivitas ibadah sesuai dengan surat edaran Kementerian agama,” tukasnya.(Hendrawan)

Check Also

Komisi II DPRD Boltara Apresiasi Langkah Dinas Pertanian Jemput Bantuan Alsintan dari Kementan RI

Boltara – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mardan Umar, memberikan apresiasi …