WAMENA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk menghormati hasil kerja tim seleksi (timsel) yang telah melalui berbagai tahapan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
Hengky menjelaskan bahwa proses seleksi yang berlangsung sejak tahun 2024 telah dilakukan secara ketat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi, aparat keamanan serta perwakilan pemerintah daerah.
Menurutnya, proses tersebut juga diawasi secara serius agar tidak ada intervensi kepentingan politik.
“Kami sejak awal mengawal proses ini agar orang-orang yang memiliki afiliasi dengan partai politik tidak masuk. Tim seleksi bekerja secara profesional dan mereka yang terlibat dengan partai langsung digugurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil seleksi tersebut telah ditetapkan di tingkat kabupaten bersama bupati dan kemudian diserahkan ke tingkat provinsi untuk ditindaklanjuti.
Namun Hengky mengaku pihaknya mendapat informasi adanya perubahan terhadap hasil yang telah ditetapkan tersebut.
Karena itu, KNPI Jayawijaya meminta agar pemerintah provinsi tidak melakukan perubahan secara sepihak terhadap hasil kerja tim seleksi.
“Kalau semua hasil kerja timsel diubah di tingkat provinsi, maka untuk apa ada timsel yang sudah bekerja sesuai mekanisme dan aturan hukum,” katanya.
Hengky juga mengingatkan bahwa perubahan sepihak berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat serta memunculkan asumsi negatif terhadap pemerintah.
“Kami ingin menghindari asumsi buruk di tengah masyarakat. Karena itu kami meminta agar hasil kerja timsel dan penetapan dari kabupaten dihargai,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat meninjau kembali kebijakan yang diambil dan mengembalikan keputusan sesuai dengan hasil seleksi yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Harapan kami sederhana, agar semua kembali pada hasil kerja timsel dan penetapan yang sudah dilakukan bersama pemerintah kabupaten,” tutup Hengky. (Berti Pahabol)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
