LIPUTANBMR.COM, KOTAMOBAGU– Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu tentang gerakan menanam cepat panen serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi bahan pangan, menuai respon positif dari sejumlah pihak.
Salah satunya datang dari Kompi senapan (Kipan) C Batalyon Infanteri (Yonif) 713 Satyatama.
Menurut Danki C 713/ST, pihaknya siap mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
“Untuk program ketahanan pangan ini, sudah kami implementasikan di lingkungan Asmil Kompi C/713 sejak 3 bulan lalu lewat program penanaman dengan metode hidroponik, bahkan sudah dua kali panen. Sementara untuk tanaman dengan wadah polybag baru dimulai sekira tiga pekan lalu,” ujarnya.
Lanjutnya, adapun jenis tanaman pangan yang di tanam di lahan Asmil Kompi C 713/ST sangat lengkap. Mulai dari semua jenis bawang hingga tanaman sayuran yang beraneka ragam.
“Sekira ribuan pohon tanaman pangan dari berbagai jenis yang kami budidayakan, mulai dari bawang-bawangan, cabai, tomat hingga beragam jenis sayuran, diantaranya pakcoy, sawi, brokoli, terong, kangkung, kubis serta seledri,” sebutnya.
Bahkan untuk menjaga ketahanan pangan di lingkungan Asmil Kompi, ia pun menginstruksikan seluruh anggota untuk menanam tanaman pangan di masing-masing rumah.
“Setiap rumah minimal 15 polibag kemudian memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar kompleks Asmil dengan cara membuat bedengan sebagai wadah tanam,” pungkasnya.
Pantauan media, metode yang digunakan berupa green house, hidroponik dan aquaponik sangat menyajikan estetika lahan ketahanan pangan yang cukup sejuk dan indah dipandang, sehingga patut menjadi contoh bagi satuan lain maupun masyarakat di sekitar kompi.
Penulis: Hendrawan Madjahia
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
