Tanggap Darurat Semi Lockdown Covid-19 Bupati Siapkan Rp6 Miliar Untuk Keperluan Rakyat Boltim

LiputanBMR.com, BOLTIM – Pedulinya Bupati Sehan Landjar, SH terhadap rakyat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam masa kritis Indonesia terkait Covid-19, tak hanya dalam upaya pencegahan saja. Melihat kondisi yang begitu parahnya, Bupati berupaya menyediakan anggaran untuk menanggulangi kebutuhan dasar masyarakat selama dua minggu.

Adanya keputusan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang berlaku secara Nasional yang ditindak lanjuti Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim, dengan mengurangi aktivias masyarakat untuk Lockdown atau berdiam diri dirumah secara terbatas, Bupati mengeluarkan kebijakan lewat keputusanya agar Pemda segera mungkin menyediakan pasokan sembako terhadap rakyatnya.

Sebanyak Rp6 Miliar asumsi anggaran disiapkan Bupati guna menyalurkan bantuan sembako ke masyarakat selama target dua pekan kedepan.
Anggaran tersebut disiasati dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa (DD) mengacuh pada kebutuhan rakyat dalam penanganan dan pencegahan wabah berbahaya tersebut.

“Setelah ditetapkanya upaya pencegahan kepada rakyat Boltim dalam memenuhi harapan pemerintah untuk tidak beraktivitas diluar rumah dengan terkecuali, saya sudah merasionalisasi anggaran enam milar untuk memenuhi kebutuhan rakyat Boltim,” ungkap Bupati, Selasa (24/03/20) di Rumah Jabatanya, Desa Togid.

Langkah efektif yang diambil Bupati tersebut, diperuntukan untuk rakyat Boltim secara khusus yang berlatar belakang sebagai pekerja jasa penghasilan harian seperti buruh dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes).

“Bantuan sembako ini diberikan kepada penerima bantuan yang berpenghasilan harian. Nantinya akan disesuaikan dengan data jiwa kepala keluarga dari Pemdes terutama mereka yang membutuhkan. Sehingga harapan Pemerintah menerapkan sistem semi lockdown yang artinya keluar rumah secara terbatas rakyat boltim bisa mendapat bahan untuk ketersediaan makanan,” jelas Bupati.

Bupati juga meminta, Sekda bersama Wakil Bupati agar segera membentuk tim penyaluran dari pihak Pemda. Tak hanya itu, penyedia barang dipilih secara penunjukan langsung kepada pihak ketiga yang mengutamakan tanggung jawab dalam ketersediaan sembako dan kualitas bahan, sehingga rakyat Boltim bisa memanfaatkan bantuan yang layak.

“Artinya, penunjukan langsung untuk pihak oenyedia bahan ini, kita masih mengikuti regulasi atau aturan yang berlaku. Kebijkan yang dibuat jangan menyalahi aturan juga, kita tidak keluar dari proses administarsinya. Penyedia bisa siapa pun, asalkan kepada orang yang mampu bertanggungjawab secara administrasi, memiliki ketersedian sembako dan bahan yang berkualitas agar layak dikonsumsi rakyat Boltim,” terang Bupati.

Ia pun berharap, adanya kebijakan yang diambilnya itu, rakyat boltim mampu mengunggulkan perhatian upaya pencegahan dampak Covid-19 di Boltim medorong apa harapan dan keinginan pemerintah. Menurut Bupati sendiri, hal ini dilakukanya sebagai bentuk kasih sayangnya terhadap rakyat boltim tentnah bahaya Covid-19.

“Sebagai anak bangsa, saya menghawatirkan adanya virus ini sangat menbahayakan nyawa manusia. Untuk itu, dengan menseriusi dan menghadapi pencegahan pandemik covid yang berdampak pada ekonomi negara, jiwa patriotisme seluruh masyarakat Indonesia lebih khusunya boltim, mampu menahan diri untuk bersabar dan ikhtiar mengenai musibah ini, dengan membatasi segala aktivitas yang cepat menghadirkan penularan virus covid,” pintanya berharap. (R)

Komentar Facebook

Komentar

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib diisi *

*