LIPUTANBMR.COM,BOLMONG — Desa Poigar 1, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, menjadi saksi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kelompok ternak pada Jumat, 24 Mei 2024. Kegiatan ini didanai oleh Dana Desa Tahun Anggaran 2024 dengan tujuan utama memberikan edukasi kepada kelompok ternak sapi yang dibentuk oleh Sangadi (Kepala Desa) Poigar 1.
Kelompok ternak ini terdiri dari 10 orang, masing-masing mendapatkan satu ekor sapi yang dibeli dengan dana ketahanan pangan sebesar 20 persen dari total Dana Desa 2024. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembelian sapi ini mencapai Rp150 juta sudah termasuk pakan, pembuatan kandang dan pelatihan untuk kelompok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui sektor peternakan.
Hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kepala Bidang Dinas Peternakan Bolaang Mongondow, staf terkait, Tenaga Ahli Kabupaten Lucky Makalalag, dan Kepala Desa Poigar, Rubianto Mokodongan. Dalam sambutannya, Rubianto Mokodongan menekankan pentingnya sinergi antara semua pemangku kepentingan di desa untuk memastikan penggunaan Dana Desa tepat sasaran dan bermanfaat bagi perekonomian rakyat.

“Kegiatan ini meliputi pengadaan 10 ekor sapi betina yang akan diberikan kepada masyarakat dalam kelompok, Sumber dana untuk pengadaan ternak sapi ini berasal dari Dana Desa tahun 2024. Untuk memastikan ternak sapi dapat berkembang dan terkontrol, akan ada penandatanganan MOU bagi setiap masyarakat yang terlibat,” ujar Rubianto.
Tenaga Ahli Kabupaten, Lucky Makalalag, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Sangadi Poigar 1. Menurutnya, selama ini anggaran ketahanan pangan seringkali dialokasikan untuk pembangunan fisik seperti jalan usaha tani dan pengadaan bibit, namun Desa Poigar 1 memilih fokus pada peternakan sapi.
“Saya sangat mengapresiasi ide Sangadi Poigar 1. Ini adalah langkah yang baik dan inovatif, mengingat selama ini banyak dana yang dialokasikan untuk fisik. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi kelompok ternak dan membuka wawasan baru terkait peternakan,” kata Lucky.
Lucky juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi semua desa di Kabupaten Bolaang Mongondow. Jika berhasil, Dinas Peternakan akan menindaklanjuti program ini ke tingkat kabupaten.
“Saya harap masyarakat dapat memahami dan menerapkan apa yang disampaikan oleh dinas terkait. Jangan malu untuk bertanya jika ada yang belum dipahami,” tambah Lucky.
Salah satu anggota kelompok ternak, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. “Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk belajar dan mengembangkan usaha peternakan sapi. Dengan adanya pelatihan ini, kami mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga,” ujar salah satu anggota kelompok peternak

Selain itu, Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Peternakan Bolaang Mongondow, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produksi daging sapi lokal dan mendorong perekonomian desa. “Dengan adanya kelompok ternak ini, kita berharap produksi daging sapi lokal dapat meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian desa,” katanya.
Pada akhir acara, dilakukan penandatanganan MOU antara pemerintah desa dan anggota kelompok ternak. Penandatanganan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan ternak sapi yang telah diberikan.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktek langsung di lapangan. Para peserta diberikan pelatihan mengenai cara merawat sapi, manajemen pakan, dan penanganan kesehatan ternak.
Dengan adanya program ini, diharapkan desa-desa lain dapat mengikuti jejak Desa Poigar 1 dalam memanfaatkan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana pengelolaan dana yang baik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala Desa Poigar 1, Rubianto Mokodongan, berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat. “Kami berharap program ini sukses dan memberikan dampak positif, bukan hanya bagi kelompok ternak, tetapi juga bagi seluruh masyarakat desa,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar ternak sapi yang diberikan dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok ternak dan masyarakat Desa Poigar 1 secara keseluruhan. ( Salman)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
