LIPUTANBMR.COM, BOLMONG– Pemberitahuan sebelumnya, pekerjaan pengerukan tebing yang berada di Desa Lobong, Kabupaten Bolaang Mongondow hanya sampai tanggal 27 Agustus 2022.
Namun demikian, proyek dikerjakan oleh Satker Wilayah II BPJN Sulawesi Utara, hingga saat ini masih terus berjalan tanpa adanya pemberitahuan lanjutan.
Menariknya, proyek pengerukan tersebut, berdekatan dengan salah satu lokasi tambang rakyat di desa setempat dan belakangan terungkap dari sumber resmi ada dugaan pihak BPJN bukan hanya mengerjakan proyek, namun sudah melakukan pertambangan emas illegal.
Menurut sumber, material yang dikeruk dengan menggunakan alat ekskavator dibawah di salah satu tempat untuk diolah menjadi emas murni. Pasalnya, ada sebagian material yang dikeruk mengandung emas dengan kadar tinggi.
“Yang terlibat disitu ada oknum pejabat di BPJN Wilayah Bolmong dan beberapa oknum lain termasuk oknum aparat desa setempat,” ujar sumber yang enggan namanya dipublish.
Bahkan dirinya menyebut pembagian hasil material yang mengandung emas itu dibagi menjadi lima bagian.
“Dua bagian kepada oknum di BPJN, dua untuk pemilik lahan, sedangkan satu lagi untuk oknum aparat desa,” bebernya.
Terpisah, BPJN Sulawesi Utara melalui Kaur Umum Satker wilayah II Bolmong Sonny Tangel saat dikonfirmasi, membantah hal itu.
Menurut Sonny, tidak ada aktifitas pertambangan yang dilakukan. Pihaknya murni mengerjakan proyek.
Masih kata Sonny, terkait material tebing yang dikeruk, diberikan kepada pemilik lahan.
“Sesuai dengan permintaan pemilik lahan, bahwa seluruh material adalah milik mereka. Entah mereka mau bikin apa, kami tak tahu,” tegasnya.
Diungkapkan, bahwa pihaknya terlebih dahulu menggelar rapat bersama pemerintah sebelum proyek dikerjakan.
“Nah diputuskan dalam rapat, bahwa material akan diserahkan kepada para pemilik lahan. Pemilik lahan ada tiga orang,” tandasnya.
Di sisi lain, Sangadi Lobong Rifai Mokoginta saat dikonfirmasi justru terkesan mengelak, dengan adanya dugaan penggalian material oleh pihak BPJN Sulut dalam proyek itu. “Kalau soal itu saya tidak tahu,” singkatnya.(Wan)
LIPUTAN BMR | Keseimbangan Informasi Liputan Berita MasRakat
